HoS Pamerkan Batik Asal Pamekasan PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Selasa, 13 Oktober 2015 15:21

Surabayakita.com - Untuk mengenalkan batik khas Pamekasan sebagai salah satu sentra batik terbesar di Jawa Timur, House off Sampoerna (HoS) menggelar pameran batik bertajuk 'Dibalik Selembar Kain Batik Pamekasan'.

Hampir disetiap kecamatannya terdapat sentra perajin batik seperti misalnya di Candi Burung, Toket, Nong Tangis, Podhek, Klampar, Banyumas, Kowel, Bedung, Toroan, Parteker,  Pandemawu dan sebagainya.

Masing masing daerah menghasilkan batik dengan karakter yang berebda-beda sesuai dengan geografi budayanya. Keunikan dan keragaman motif batik Pamekasan inilah yang dibawa Komunitas Batik Jawa Timur di Surabaya (KIBAS) dalam pameran tersebut,mulai tanggal 16 – 29 Oktober 2015 di Galeri Seni House of Sampoerna (HoS).   

Batik Pamekasan saat ini dikenal sebagai batik yang memiliki warna-warna berani, keluar dari ’pakem’ seperti oranye, hijau menyala, ungu, kuning dan warna pop lainnya. Motifnya pun bebas, ekspresif dan tidak dibatasi oleh patokan yang mengikat sehingga batik Pamekasan berbeda dengan batik-batik pada umumnya. Namun apabila melihat batik pamekasan klasik, batik batik tersebut memiliki pewarnaan yang cenderung mengarah kepada soga, motif motif klasik tersebut  terlihat pada motif Per Keper (kupu kupu) dan Tong Centong (alat tempat mengambil nasi), Melate Seto’or (rangakain melate), Sabet Rantai,Kar Jagad, Ngai sungai .

Mereka juga memiliki motif isen (motif isian pada batik) yang tidak dimiliki di tempat lain seperti Isen Mok Ramok (akar) dan Bek Tebek (berudu). Secara istilah atau kosa kata khas, mereka pun memiliki istilah khusus seperti gurik, yaitu teknik membatik lebih dari satu kali lorod.

Seiring dengan perkembangan industri batik seperti hadirnya industri batik besar memberikan pengaruh yang besar terhadap perkembangan batik di Pamekasan baik dalam hal pewarnaan dan motif. Seperti beberapa tahun terakhir, terdapat sekelompok masyarakat yang mengadopsi teknik dan pola Hokokai, yaitu teknik pengerjaan yang sangat halus serta pewarnaan yang bervariasi dan munculah istilah HOKOSAN (hokokai Pamekasan). Hokosan saat ini menjadi Ikon baru diperbatikan nasional, khususnya dikalangan para kolektor dan pecinta batik.  Teknik halusan yang sudah jarang diikuti banyak orang saat ini justru berkembang di Pamekasan hingga saat ini.  

"Batik Pamekasan merupakan salah satu potensi perbatikan di Indonesia yang dapat dikembangkan lebih baik. SDM yang handal dan kreatif menjadikan perajin batik Pamekasan mudah untuk dikembangkan, selain itu peran pemerintah, stake holder sangatlah diperlukan agar tujuan menjadikan Pamekasan sebagai sentra batik terbesar dalam segi kualitas, produski dan desain batik di Jawa Timur dapat dicapai. Pameran kali ini tidak hanya menghadirkan lembaran batik, tetapi juga menghadirkan kehidupan sehari hari pembatiknya dari segi sosial, ekonomi, dan budaya," kata Ketua KIBAS Lintu Tulistyantoro.

Kekayaan motif dan teknik pada batik Jawa Timur mendorong KIBAS terus aktif melakukan berbagai kegiatan untuk melestarikan budaya batik Jawa Timur. Dengan visi ”Peduli batik dan melalui batik membantu masyarakat  berapresiasi  untuk mencapai kesejahteraan”, KIBAS terus berkomitmen mengapresiasi dan mengembangkan batik sebagai kekayaan budaya bangsa melalui pendidikan, penelitian, pelatihan dan manajemen tentang pengetahuan batik berdasarkan keunggulan dan keunikan yang didukung oleh tenaga profesional sesuai dengan perkembangan teknologi.(SK3)

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com