Lulus Cumlaude, Heni Ingin Ikut Membangun Surabaya PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Rabu, 13 Januari 2016 07:40

Surabayakita.com - Prestasi yang membanggakan diukir  Heni Fitria (22). Gadis yang lahir 24 Maret 1993 ini, tak pernah menyangka bisa menyelesaikan jenjang pendidikan sarjana di luar Kota Surabaya,  yakni di Kedah, Malaysia dengan lulus Cumlaude.

Selama empat tahun, Heni merasakan berbagai pengalaman yang menarik, mulai dari dia harus intensif belajar bahasa inggris selama enam bulan, hingga pindah jurusan gara-gara kampusnya ditutup sementara.

Dengan ditemani Ayahnya Rawuh (64) yang berpofesi sebagai pengayuh becak, Heni menceritakan alasannya pulang, yakni untuk membangun Kota Pahlawan menjadi kota metropolitan yang terdepan dalam bidang ekonomi. Heni yang memilih ilmu konsentrasi Banking and Finance di Albukhary International University (AIU), akhirnya kembali ke Surabaya untuk mewujudkan mimpinya itu.

“Ini merupakan kehormatan bagi saya, bisa mencicipi  pendidikan sarjana di luar negeri. Mimpi yang menjadi nyata bagi seseorang seperti saya. Meskipun saya lahir bukan dari keluarga yang mampu, saya ternyata bisa menyelesaikan pendidikan tepat waktu, dan meraih nilai Indeks Predikat Kumulatif (IPK) 3,8,” kata Heni.

Bersama 19 orang dari Indonesia, Heni juga menorehkan prestasi, yakni juara I tari Saman, Aceh saat mengikuti kontes tari di universitasnya.
Heni yang merupakan anak terakhir dari lima bersaudara ini sempat bingung ketika kampus tempatnya belajar, memilih untuk memindahkan seluruh teman sefakultasnya ke SEGi University karena kampusnya ditutup sementara.

“Beberapa mata kuliah yang sudah ditempuh, harus ditransfer ke universitas baru. Beberapa mata kuliah hangus, namun itu bukan masalah. Selain itu, saya juga harus pindah jurusan dari yang awalnya Banking dan Finance menjadi manajemen keuangan,” tegas Heni.

Heni juga sempat bimbang. ketika mendapat tawaran dari beberapa perusahaan yang ada di Kedah, Malaysia. Tawaran ini muncul, bahkan sebelum Heny selesai diwisuda. “Saya sudah berjanji dengan Bu Risma (Wali Kota Sebelumnya), untuk kembali ke Surabaya setelah menyelesaikan studi,” tegas Heny.

Perempuan lulusan SMAN 14 Surabaya ini, awalnya  hanya mendaftar beasiswa Bidik misi agar dapat mengambil jurusan Teknik di ITS, dan kemudian tim dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya datang untuk meminta kelengkapan data untuk beasiswa, dan sekaligus menawarinya bersekolah di Malaysia. Ia hanya diberikan waktu dua hari untuk memikirkan matang-matang tawaran dari Pemkot.

Heni mengaku, meskipun ayahnya yang hanya berprofesi sebagai pengayuh becak, dan ibunya yang berjualan buah di depan rumah untuk menyambung hidup. Pendidikan adalah salah satu cara terbaik untuk mengubah derajat hidup. Menurutnya, dengan belajar sungguh-sungguh dan berdoa, adalah cara terbaik bagi Heni hingga dirinya bisa seperti ini. “Saya ingin masih terus belajar. Harapannya, saya bisa bekerja di bidang yang saya kuasi, sembari melanjutkan kuliah ke jenjang pendidikan selanjutnya,” imbuh Heni (SK1)

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com