Terinspirasi Cak Durasim, Pandu Lahirkan Bakoel Wingko PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Rabu, 09 Maret 2016 20:46

Surabayakita.com - Anda mau keluar kota atau ada tamu yang butuh oleh-oleh khas Surabaya ? Wingko, jajanan yang terbuat dari ketan dan kelapa ini layak anda jadikan buah tangan.


Mungkin spontan anda protes karena wingko identik dengan kota Babat Lamongan. Ya, wingko memang berasal dari kota itu dan juga menjadi oleh-oleh khas kota Semarang.

Namun kini wingko juga hadir di Surabaya. Adalah Anas Pandu Gunawan, pria berusia 40 tahun yang mempopulerkan Wingko sebagai oleh-oleh dengan nama Bakoel Wingko Soerobojo.

Bukan hanya sekedar menyandang nama Soerobojo, Pandu-sapaan akrab pria kelahiran Karang Menjangan Surabaya ini memperkuat branding wingko soerobojo dengan beberapa keunggulan.

"Kami Bakoel Wingko Soerobojo selain berjualan wingko juga memiliki misi mengenalkan dan melestarikan budaya parikan asli khas surabaya yang sudah mulai luntur dan mengenalkan bangunan bersejarah di kota Surabaya beserta deskripsi singkat agar masyarakat makin tahu dan peduli sejarah bangsa ini," imbuh pria yang mudah ditemui di dapurnya,  Griya Sedati Indah Blok F no 6 Sidoarjo.

Saat ini, lanjut Pria berparas khas seperti orang timur tengah ini, untuk mengenalkan budaya Surabaya, Wingko Soerobojo sengaja membuat 3 desain kemasan, dengan mencantumkan 3 parikan dan 3 gambar bangunan bersejarah yaitu Tugu Pahlawan, Jembatan Merah dan Balai Pemuda.

"Jaman perjuangan dahulu, cak Durasim yang terkenal dengan Parikan Pagupon omahe doro, melu nippon tambah sengsoro berhasil membakar semangat arek-arek Surabaya melawan penjajah. Spirit yang sama yang saya bawa dalam membesarkan Bakoel Wingko Soerobojo," papar pria pemilik nomer ponsel 081330221787 ini.

Parikan atau pantun asli khas Surabaya buah karya Pandu antara lain " Cak Rojali omahe Joyoboyo. Mampir Suroboyo, ojo lali Wingko Soerobojo" serta " Mlaku mlaku nang kalianak,  Ketemu arek ayu klambi ijo. Jajanan paling uenak,Yo Wingko Soerobojo" ini tercetak pada label kemasan wingko.

Upaya Pandu yang juga jurnalis di sebuah media online ini untuk melestarikan tradisi parikan ternyata mendapat respon yang positif dari berbagai kalangan masyarakat Surabaya.

Salah satu dukungan datang dari Vinsensius Awey. Anggota DPRD Surabaya dari Partai Nasdem ini mengaku kagum atas usaha Pandu dalam melestarikan tradisi sekaligus berwirausaha.

"Yang membuat saya terkesima dan kehabisan kata kata pujian yang dilayangkan kepada dik Pandu adalah ternyata makanan Wingko ini asli buatan sendiri....semangat entrepreunership-nya sudah dapat. Salut," papar Awey .(SK1)

 

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com