Surabaya Butuh Dua Rumah Sakit Baru PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Minggu, 10 April 2016 15:43

Surabayakita.com - Pembangunan rumah sakit di Surabaya saat ini belum merata. Surabaya perlu membangun lagi rumah sakit baru di kawasan Waru Gunung dan Gunung Anyar sehingga kalau ada warga yang sakit di kawasan itu tidak perlu harus ke tengah kota.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Febria Rachmanita. Dengan pembangunan rumah sakit baru tersebut diharapkan akan memudahkan fasilitas kesehatan bagi warga yang tinggal di daerah itu. Tidak harus mendapatkan pelayanan kesehatan yang jauh dari tempat tinggalnya.

“Di Gunung Anyar dan Waru Gunung belum ada rumah sakit.  Tentu saja warga harus keluar daerahnya untuk bisa mendapatkan pelayanan kesehatan,” katanya.        

Saat ini jumlah rumah sakit di Surabaya sudah banyak, mencapai 61 unit dan itu berbagai tipe A. Namun kebanyakan rumah sakit ini berkonsentrasi di beberapa kawasan saja. Sedangkan untuk dua kawasan di sana memang hanya ada sebatas puskesmas dan klinik.

Febria mengatakan untuk membangun rumah sakit di sana tak bisa tahun ini karena masih dilakukan kajian. “Kami memang berencana membangun RSUD di sana. Mudah-mudahan bisa dilakukan secepatnya,” ucapnya.

Ia menambahkan pihaknya sendiri membuka diri jika ada rumah sakit swasta yang mau membangun  rumah sakit di sana. Sebab,  semakin banyak rumah sakit, maka pelayanan kesehatan akan bisa dinikmati seluruh warga kota.

“Memang kami akui untuk membangun rumah sakit ini tidak hanya butuh modal besar. Namun juga butuh peralatan medis yang lengkap dan juga  tenaga medis yang ahli,” jelasnya.

Tak heran, jika ada rumah sakit sudah berdiri, namun belum  bisa beroperasi karena kekurangan tenaga dokter.   Selain itu peralatan medis sangat mahal dan impor.   

“Sekarang ini yang lagi gencar membangun rumah sakit adalah kelompok Siloam dan Mitra Keluarga. Dan sekarang rumah sakit yang baru berdiri sudah banyak yang bertaraf internasional,” katanya.

Sedangkan  Wakil Ketua Persatuan Rumah Sakit  Indonesia (Persi) Jatim dr. Syamsul Arifin mengatakan pembangunan rumah sakit tidak seperti pembangunan hotel yang sekarang lagi merebak di Surabaya. Selain perizinan, banyak criteria yang harus dilengkapi oleh pengelola rumah sakit. Diantaranya adalah tenaga dokter, terutama yang spesialis ini sangat sedikit jumlahnya. Selain itu juga investasi di peralatan medis membutuhkan anggaran yang besar.

“Tapi saya optimis,  rumah sakit di Surabaya terus tumbuh. Buktinya  sekarang jumlah rumah sakit-nya cukup banyak. Memang harus diakui ada beberapa daerah yang belum ada rumah sakitnya,” kata lelaki yang juga sebagai Direktur RSI Jemur Handayani ini.

Soal  limbah RS, Syamsul  memperingatkan supaya limbah medis menjadi fokus perhatian. “Pengelolaan limbah medis itu biayanya besar dan tidak menghasilkan untung. Tapi ini harus menjadi fokus perhatian,” tandas staf pengajar Fakultas Kedokteran Unusa ini.

Sementara itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup Musdiq Ali Suhudi menekankan supaya pengolahan limbah medis diperhatikan. Penambahan limbah  tidak kalah dengan hotel.  “Limbah rumah sakit ini berbahaya sehingga penanganannya khusus,” katanya. (SK1).

 
Copyright © 2017. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com