Armuji Minta Maaf Pada Ketua PCNU Surabaya PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Rabu, 20 April 2016 23:03

Surabayakita.com - Akhirya Ketua DPRD Surabaya, Ir. Armuji, meminta maaf kepada PCNU Surabaya terkait dengan 'pengusiran' rombongan PCNU oleh pengamanan dalam (pamdal) DPRD Surabaya saat sidang paripurna.

"Sekali lagi saya selaku ketua DPRD Surabaya dan sebagai pucuk pimpinan di kantor saya memohon maaf atas ketidak mengerti pamdal atau kurang sopannya atas peristiwa kemarin terutama kepada Kyai Muhibbin dkk," ujar Armuji di percakapan grup komunitas whatsup (WA) Rek Ayo Rek, Rabu (20/4/2016).

Armuji merasa perlu menyampaikan permintaan maaf tersebut lantaran peristiwa 'pengusiran' PCNU Surabaya menjadi ramai diperbincangkan di grup WA yang juga diikuti kalangan DPRD Surabaya, PCNU dan elemen lainnya itu.

Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan, tidak ada perintah pengusiran terhadap rombongan Ketua PCNU Surabaya pada saat sidang paripurna, Senin (18/4) lalu. Dia hanya meminta pamdal agar mengarahkan mahasiswa UPN dan mahasiswa lainnya yang ikut paripurna duduk di lantai dua.

Armuji menegaskan, pamdal salah persepsi dalam mempersilahkan tempat duduk. Dia meminta pamdal agar menempatkan mahasiswa di lantai dua. Sedangkan rombongan PCNU Surabaya diarahkan ke lantai satu berbaur dengan tempat duduk satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemkot Surabaya.

Dia mengaku sudah memanggil pamdal yang waktu itu berhubungan dengan rombongan PCNU Surabaya. Dari keterangan pamdal yang diterimanya, pamdal hanya meminta PCNU Surabaya duduk di pinggir. Karena di bagian depan dan tengah tempat duduk untuk kepada dinas dan SKPD Pemkot.

“Salah komunikasi saja. Saya sudah klarifiksi dengan pamdal. Hanya penempatan tempat duduk saja. Diarahkan supaya lebih enak, karena itu tempatnya dinas,” tukasnya.

Sebelumnya, Sidang paripurna perpanjangan panitia khusus (pansus) rancangan peraturan daerah (raperda) pengendalian dan pengawasan minuman beralkohol (mihol) diwarnai insiden pelecehan. Ketua PCNU Surabaya Ahmad Muhibbin Zuhri dan rombongannya tidak diberi tempat duduk. Sehingga terkesan kehadiran pengurus NU dalam paripurna tidak diharapkan.

Pelecehan bermula saat rombongan PCNU Surabaya masuk ruang sidang di gedung DPRD Surabaya lantai 3. Oleh pengamanan dalam (pamdal) dewan, mereka diarahkan ke balkon di lantai 2 ruang sidang paripurna. Namun, belum sempat menikmati duduk di kursi yang biasanya digunakan oleh undangan, akhirnya disuruh pindah ke bawah.

Nah, sesampai di bawah, mereka disuruh pindah tempat lagi dengan alasan yang tidak jelas. Karena merasa dipermaikan, akhirnya rombongan PCNU Surabaya memutuskan tetap bertahan.

Sementara itu Ketua PCNU Surabaya Ahmad Muhibbin Zuhri dalam WA tersebut menulis delapan poin terkait masalah 'pengusiran' itu. Diataranya di poin 7, kami datang sebagai warga mewakili umat NU. Note : saya memakau uniform NU jadi sangat wajar kalau warga NU Surabaya tersinggung sekali.

Sedangkan di poin 8, Muhibbin menulis DPRD ada pimpinannya yang bertanggungjawab. Tolong bersikap arif. (SK1)

 
Copyright © 2017. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com