Mahasiswa ITS Ditantang Kembangkan Inovasi Teknologi PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Kamis, 13 Oktober 2016 19:43

Surabayakita.com - Young Engineer and Scientist Summit (YESS) mengajak mahasiswa ITS mengembangkan inovasi teknologi agar mampu mencukupi kebutuhan energi listrik di seluruh nusantara.

Hal ini disampaikan Prof Ir Mukhtasor MEng PhD,  pakar energi yang juga guru besar Teknik Kelautan ITS dalam seminar YESS 2016,  yang dinaungi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (BEM ITS) di Grha Sepuluh Nopember ITS, Kamis (13/10).

Mantan anggota dewan energi nasional itu juga menambahkan, sumberdaya terbesar Indonesia terletak pada keberagamannya, bukan kuantitasnya. Jika dihitung jumlahnya, sumberdaya Indonesia sangat  terbatas.

“Semua sumberdaya yang dibutuhkan negara asing terdapat di Indonesia. Karena itu, kita membutuhkan beragam solusi dan pikiran dari anak-anak muda untuk mengelola semua energi ini,” tutur nya.

Untuk memenuhi kebutuhan itu, lanjut Mukhtasor, perlu adanya pemahamam matang akan kebutuhan utama Indonesia. “Mulai dari sekarang, pikirkan apa saja bidang yang perlu anda tekuni untuk menyelesaikan masalah-masalah energi di Indonesia. Jika sudah lulus pergilah ke timur, ke wilayah yang membutuhkan penerangan,” tukasnya.

Hal senada turut dijelaskan pembicara lain Ir Hari Yuwono MSc dari Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Menurutnya, salah satu masalah terbesar Indonesia adalah kepemilikan perusahaan energi di Indonesia.

Setidaknya, 85 persen perusahaan migas Indonesia saat ini  masih dikuasai pihak asing. Hal ini berdampak pada kesejahterahan masyarakat yang belum bisa dioptimalkan. “Salah satu solusi yang bisa dilakukan Indonesia adalah pengoptimalan sumber daya yang ada,” ujarnya mengingatkan.

Keberagaman sumberdaya Indonesia menjadi kunci utama dalam hal ini. Para peneliti maupun teknisi muda dapat mengembangkan sumber energi dari surya, panas bumi, laut, maupun energi lainnya. “Energi yang satu seharusnya tidak menggantikan energi yang lain, karena satu sama lain memiliki komposisi yang berbeda yang saling mengoptimalkan. Karena itu, sebisa mungkin hindari energi alternatif,” jelasnya lagi.

Sementara itu, pembicara lain Rifky Effendi Hardijanto selaku Kepala Pengembangan SDM dan Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan, mengatakan bahwa mahasiswa harus bisa menentukan bidang apapun yang mereka ingin optimalkan. Dalam bisnis, ia berharap, ke depannya Indonesia tidak lagi mendatangkan investor untuk pengelolaan sumberdaya. Lebih dari itu, sebaiknya Indonesia membangun ekspansi hingga ke luar negeri.

“Jangan mau kebagian jadi buruh kasar, tetapi jadilah pencipta lapangan pekerjaan dan sebisanya luaskan usahamu hingga keluar negeri,” tandasnya menyemangati.

Seperti diketahui, energi memang selalu menjadi masalah yang memicu konflik di seluruh dunia, seperti yang terjadi akhir-akhir ini di Iran, Timur Tengah. Sekarang pun tetap menjadi masalah yang membuat negara-negara semakin berlomba-lomba untuk mengamankan energinya. Kita semakin bergantung pada energi seakan-akan yang kita butuhkan bukan lagi sekedar tempat berteduh atau makanan, tapi pasokan listrik dan sinyal.

Begitu juga dengan maritim di Indonesia, Presiden Joko Widodo sedang berusaha untuk mengembalikan negara Indonesia menjadi negara Maritim. Salah satu alasan diadakannya YESS 2016 adalah karena ingin membantu program pemerintah, yaitu NAWACITA. Oleh karena itu, mahasiswa sebagai agent of change harus peka terhadap permasalahan ini dengan berkontribusi aktif memberikan inovasi dan solusi yang out of the box.

YES SUMMIT ada untuk mengumpulkan mahasiswa yang benar-benar memiliki keinginan untuk merubah serta memperbaiki Indonesia. Mahasiswa harus bisa menginisiasi gerakan untuk perubahan, bukan cuma formalitas, tapi dapat menjadi solusi dan manfaat nyata bagi permasalahan di Indonesia.

Sebagai catatan, kebutuhan mahasiswa Indonesia akan sebuah platform yang dapat mewadahi dan menggabungkan calon engineers dan calon scientists ini diakomodasi oleh YESS ITS. Kegiatan ini bersifat formal dan merupakan konferensi yang dihadiri khusus oleh mahasiswa fakultas teknik serta mahasiswa fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam (MIPA) mengenai problematika mengenai teknologi, komunikasi, ilmu pengetahuan, maritim, energi dan aspek-aspek lain yang meliputi pembangunan di Indonesia.

Sebelumnya, YESS 2015 berhasil mewadahi ide dan inovasi serta memberikan pondasi dasar persiapan menyambut kedatangan AEC 2015 dengan cakupan mahasiswa se-ASEAN yang mengangkat permasalahan "ASEAN Connectivity" yang selanjutnya dibagi dalam beberapa subtema yaitu, transportasi, energi, serta informasi komunikasi dan teknologi. (SK2)

 
Copyright © 2017. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com