Gantikan WW, Hanura Tunjuk Dua Nama PLT Dari DPD PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Minggu, 16 Oktober 2016 14:30

Surabayakita.com - Sebanyak 15 kursi DPRD Surabaya menjadi bidikan target Partai Hanura pada pileg 2019 mendatang. Selain itu target DPRD Jatim 2 kursi dan DPR RI 1 kursi.

Target ini disampaikan Kelana Aprilianto, Ketua DPD Partai Hanura Jatim, ketika menghadiri acara konsolidasi PAC dan Ranting se Surabaya, di Hotel Tunjungan, Minggu (16/10/2016).

Menurutnya, untuk mewujudkan hal itu perlu dilakukan kerja keras seluruh kader Partai Hanura.  "Kami ingin menjadi lima besar parpol di Surabaya pada pileg 2019. Sekarang roda organisasi sudah berjalan, sudah tersedia kantor DPC, kendaraan operasional, sudah dilakukan pembentukan pengurus PAC dan Ranting dan rekrutmen kader," katanya di depan 600 orang PAC dan Ranting Partai Hanura Surabaya.

Kegiatan konsolidasi organisasi dan temu kader itu sendiri awalnya direncanakan sebagai pengukuhan PAC dan Ranting. Namun karena pengukuhan pengurus DPC Partai Hanura Surabaya sendiri belum dilakukan, maka acaranya dirubah jadi konsolidasi. Pengurus DPC Partai Hanura Surabaya sendiri terpilih pada 23 Mei 2016 dan Wisnu Wardana terpilih sebagai ketuanya.

"Rencananya pengukuhan pengurus DPC akan dilakukan serentak se Jatim pada November bulan depan. Jadi pengukuhan PAC dan Ranting tak bisa dilakukan sekarang. Terimakasih pengertiannya para pengurus DPC Surabaya," ujar Kelana.

Kelana juga menyampaikan rasa keprihatinan atas penetapan status tersangka kepada Ketua DPC Partai Hanura Surabaya, Wisnu Wardana.Namun pihaknya mengajak segenap kader untuk bersikap dewasa dalam menghadapi kasus Wisnu Wardana.

"Kita prihatin pak Wisnu Wardana kena musibah dan cobaan. Kita doakan kasusnya segera terselesaikan. Kita harus bersikap dewasa, kita harus membedakan antara masalah pribadi dan organisasi. Saya tak rela pak Wisnu Wardana meninggalkan kita semua," kata Kelana.

Menurutnya sesuai AD ART Partai yang ada di BAB 5 Pasal 7, kader partai yang ditetapkan sebagai tersangka maka harus non aktif dari kepengurusan, sedangkan kalau berstatus terdakwa akan berhenti sementara dan jika statusnya terpidana maka akan diberhentikan dari partai.

"Sekarang pak Wisnu Wardana tersangka maka otomatis non aktif. Selanjutnya jabatan yang ditinggalkan akan diisi Plt yang saat ini sedang diproses di DPP," tambahnya.

Ada dua nama yang dipersiapkan menggantikan posisi Wisnu Wardana, yakni Wayan Dendra dan Ari Hafis dari DPD Partai Hanura Jatim. Penunjukan kedua nama ini menurut Kelana juga sudah sesuai dengan AD ART partai.

Sementara itu Agus Santoso, sekretaris DPC Partai Hanura Surabaya yang belum dilantik, mengaku bisa menerima dua nama yang diusulkan DPD ke DPP untuk menggantikan Wisnu Wardana. Meski begitu dirinya mengakui jika mestinya sesuai mekanisme partai, sebelum menunjuk nama untuk mengisi Plt, pengurus DPC harus dipanggil dan didengarkan masukannya.

"Belum, kami tidak dipanggil untuk dimintai masukan terkait penunjukan nama Plt," kata Agus Santoso. (SK1)



 
Copyright © 2017. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com