Cegah Banjir, Lurah Kutisari Datangi PKL Bantaran Sungai PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Selasa, 25 Oktober 2016 19:06

Surabayakita.com - Musim hujan mulai datang. Hampir setiap hari Surabaya diguyur hujan. Untuk antisipasi terjadinya genangan air, salah satunya dilakukan dengan menjaga aliran air di saluran agar tetap lancar. Untuk itu Kelurahan Kutisari mengedukasi warga yang beraktivitas di stren sungai Kebon Agung agar tak buang sampah sembarangan, Selasa (25/10/2016).

 

 


Kebetulan sungai Kebon Agung ini alirannya melalui sebagian wilayah kelurahan Kutisari. Yakni di RT 1 RW 2 dan RW 1. Sosialisasi dilakukan lurah Kutisari Sri Sukariati didampingi Satpol PP kecamatan Tenggilis.

"Sebenarnya bukan hanya sekali ini saja kami turun melakukan sosialisasi kepada warga bantaran sungai Kebon Agung. Hampir tiap kali musim hujan datang. Warga kami libatkan agar ikut bertanggung jawab terhadap kebersihan sungai dari sampah," kata lurah yang sudah memimpin Kutisari sejak 6 tahun silam ini.

Dalam sosialisasi kepada warga dan para PKL yang berjualan di sekitar sungai, ditegaskan soal dampak membuang sampah sembarangan ke dalam sungai. Selain itu Pemkot Surabaya memiliki Perda Nomer 55 Tahun 2014. " Dalam perda ini disebutkan pada pasal 43 ayat 1, bila membuang sampah sembarangan bisa kena kurungan paling lama 6 bulan atau denda paling banyak Rp50 juta," ujarnya.

Menurut Sri Sukariati, meski pendekatan kepada warga sudah dilakukan bukan berarti itu menjamin sungai Kebon Agung bebas sampah. Sebab bisa jadi ada sampah yang tercecer melalui aliran air hujan ke sungai di wilayah lain.

Namun upaya komunikasi dengan warga stren ini tetap dilakukan bertujuan agar mereka tak membuang sampah sembarangan di aliran sungai. Sebab dampaknya memang tidak seketika terasa saat membuang sampah itu.

Tapi ketika turun hujan dan sampah mengumpul di satu tempat maka akan menghambat aliran air sungai dan membuat pompa penyedot air juga tidak lancar bekerja. Peran warga sangat dibutuhkan untuk membiasakan membuang sampah pada tempat yang disediakan.

"Sungai Kebon Agung selama ini sih tak pernah meluap sampai ke darat. Kalau hujan lebat cukup lama ya paling airnya sejajar dengan beton pinggir sungai," ujar Sri Sukariati.(SK1)







Musim hujan mulai datang. Hampir setiap hari Surabaya diguyur hujan. Untuk mengurangi genangan air Kelurahan Kutisari mengedukasi warga yang beraktivitas di stren sungai Kebon Agung, Selasa (25/10/2016).

Kebetulan sungai ini alirannya melalui sebagian wilayah kelurahan Kutisari. Yakni di RT 1 RW 2 dan RW 1. Sosialisasi dilakukan lurah Kutisari Sri Sukariati didampingi Trantip kecamatan Tenggilis.

"Sebenarnya bukan hanya sekali ini saja kami turun melakukan sosialisasi kepada warga bantaran sunga Kebon Agung ini. Hampir tiap kali musim hujan datang. Warga kami libatkan agar ikut bertanggung jawab terhadap kebersihan sungai dari sampah," kata lurah yang sudah memimpin Kutisari sejak 6 tahun silam ini.

Dalam sosialisasi kepada warga dan para PKL yang berjualan di sekitar sungai, ditegaskan soal dampak membuang sampah sembarangan ke dalam sungai. Selain itu Pemkot Surabaya memiliki Perda Nomer 55 Tahun 2014. " Dalam perda ini disebutkan pada pasal 43 ayat 1, bila membuang sampah sembarangan bisa kena kurungan paling lama 6 bulan atau denda paling banyak Rp50 juta," ujarnya.

Menurut Sri Sukariati, meski pendekatan kepada warga sudah dilakukan bukan berarti itu menjamin sungai Kebon Agung bebas sampah. Sebab bisa jadi ada sampah yang tercecer melalui aliran air hujan ke sungai di wilayah lain.

Namun upaya dialogis dengan warga stren ini tetap dilakukan bertujuan agar mereka tak membuang sampah sembarangan di aliran sungai. Sebab dampaknya memang tidak seketikan terasa saat membuang sampah itu. Tapi ketika turun hujan dan sampah mengumpul di satu tempat maka akan menhgambat aliran air sungai dan membuat pompa penyedot air juga tidak lancar bekerja.

"Sungai Kebon Agung selama ini sih tak pernah meluap sampai ke darat. Kalau hujan lebat cukup lama paling airnya sejajar dengan beton pinggir sungai," ujar lurah yang sering memantau genangan air di wilayahnya saat turun hujan ini.(SK1)







 
Copyright © 2017. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com