Demi Berobat Murah, Warga Rela Antre Mulai Subuh Di RSUD BDH PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Selasa, 25 Oktober 2016 21:26

Surabayakita.com - Inilah bukti kalau rumah sakit pemerintah di Surabaya masih menjadi favorit. Masyarakat Surabaya Barat harus relah antre mulai subuh hanya untuk mendapat nomor antrean  pelayanan di Rumah Sakit Bhakti Darma Husada (BDH).

Pemandangan ini cukup menjadi gambaran bagaimana antusias masyarakat untuk mendapat pelayanan kesehatan yang murah. Warga harus rela antre agar segera mendapat penanganan medis di rumah sakit milik Pemkot Surabaya tersebut.

Cara antre yang dipakai warga pun cukup unik. Karena jam pelayanan belum buka, pada Senin (24/10/2016) itu warga harus memberikan tanda pada urutan antreannya dengan meletakkan barang miliknya di lantai seperti helm, tas dan sandal.

Ini mereka lakukan sebab kalau tidak, maka mereka akan mendapat urutan pelayanan yang cukup jauh. Meski loket dibuka pukul 06.00 wib, mereka sudah pada datang pada pagi buta. Bahkan ada yang sholat subuh di masjid rumah sakit.

"Iya, sengaja berangkat dari rumah pada subuh. Kalau tidak begini dapat nomor antrean panjang sampai ratusan," kata Sutiah warga Pakal.

Hal senada juga diungkap Mariyamah, warga Manukan. Ia menambahkan setahun lalu, ada  pasien yang subuh sudah pergi ke RSUD BDH. Sayangnya,  pasien tersebut kecelakaan karena terpelosok lubang  karena suasananya gelap.

"Kalau dapat antrean pagi bisa ambil obat langsung. Tapi kalau dapat antrean siang obatnya bisa ditebus sore hari. Bahkan ada pasien yang pulang dulu baru esoknya nebus obat," katanya.

Menanggapi hal ini, Dirut RSUD BDH dr Maya Syahria Saleh, pemandangan antrean panjang ini biasa terjadi pada Senin dan Kamis. Padadua hari tersebut lebih banyak pasien lansia yang berobat di BDH.

dr. Maya Syahria Saleh pernah meminta kepada para lansia untuk tidak bersamaan kalau berobat. "Termasuk kami pernah minta jangan pagi pagi datang karena pelayanan belum buka. Tapi nyatanya tidak bisa dan kami tetap melayani," katanya.

Untuk pelayanan di RSUD BDH sendiri ada 3 loket pelayanan. Meskipun sudah ada loket online 2 unit dan 1 loket manual tapi pasien lebih suka datang langsung dan mendaftar manual.

Terkait dengan adanya pasien yang berobat hari ini dan baru esoknya mengambil obat, ia mengakui memang ada.  Biasanya dilakukan jika  pasien malas menunggu antrian pengambilan obat sehingga memilih esoknya untuk menebus obat.

Ia menambahkan pasien yang berobat ke rumah sakit BDH, cukup banyak. Sehari  antara 800 hingga 1.000 yang berobat jalan. Mereka berasal dari Surabaya Barat dan   warga Gresik seperti Menganti yang memang dekat dengan rumah sakit tersebut. "Kami terus melakukan perbaikan agar tidak terjadi antrian panjang. Meski begitu kami tetap berusaha melayani mereka sebaik mungkin," katanya.

Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Surabaya  Febria Rachmanita berharap pasien untuk mendaftar lewat e-health sehingga tidak perlu antre mulai pagi. Sebab pasien bisa datang sesuai dengan jam yang tertera di nomor antrean.(SK1)

 
Copyright © 2017. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com