Kini Teripang Surabaya Mulai Jadi Primadona Eksport PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Minggu, 30 Oktober 2016 20:48

Surabayakita.com - Untuk memasarkan hasil laut Surabaya keluar negeri, disarankan agar dilakukan agar dilakukan pengemasan dan menjaga kualitas produk. Hal ini disampaikan Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Nilanto Perbowo, Minggu (30/10/2016).

Hal ini disampaikan saat melihat langsung hasil olahan teripang UKM Fish Q dalam acara road show Pahlawan Ekonomi di lapangan AMD kecamatan Pakal, Minggu (30/10/2016).

"Teripang adalah barang bagus. Bila tidak pakai MSG atau tanpa pengawet serta di dalam kemasannya tercantum gizinya maka harga akan naik. Eksportir pengolahan ikan banyak di Surabaya. Titipkan saja produksi bu Nurul ini untuk dijual ke Singapura karena mereka butuh," kata Nilanto Perbowo di depan ratusan warga kecamatan Pakal.

Senada dengan Nilanto, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini membenarkan jika produksi PE dari Nurul Hidayati warga Greges Kalianak tersebut juga diminati warga asing lainnya selain Singapura.

"Kalau dikemas secara baik maka harga naik. Contohnya teripang. Orang kaya itu gak peduli harga. Korea dan Amerika saja saat saya kesana mengejar teripang buatan Nurul karena mereka tahu kandungan gizi makanan laut itu sangat tinggi," tegas Risma meyakinkan.

Selain meminta agar teripang Fish Q untuk di ekspor, Nilanto Perbowo di kesempatan yang sama juga mengatakan bahwa pembangunan Surabaya khususnya sentra ikan cukup bagus dan berkembang.

Nilanto yang mengaku lahir dari kota Pahlawan ini mengaku kaget dengan adanya sentra ikan bulak di Kenjeran yang tidak pernah terfikirkan olehnya.

"Saya kemarin melihat sentra ikan bulak ternyata bagus. Tak pikir gak ada disini. Sentra ikan bulak itu dulu becek bau dan sekarang dirubah jadi bagus dan ada tamannya. Saya berterima kasih sama Pemerintah Kota Surabaya yang menata nelayan jadi lebih baik," terusnya.

Nurul Hidayati, peraih juara II Home Industry Pahlawan Ekonomi 2011 dan Best of The Best Home Industry Pahlawan Ekonomi 2013 mengaku senang dengan adanya pelatihan PE yang diikutinya. Produksinya sendiri kini bertambah, mulai dari krupuk teripang atau nama latinnya sand sea cucumber/holothuria scabra, krupuk payus hingga yang terbaru roti kering bagelen butter.

“Saya bersama suami terus mencoba hal yang baru agar dapat memenuhi produksi pasar makanan di Surabaya dan kota lainnya. Hingga kini, kami mengisi produk di Carrefour dan Giant,” kata Nurul Hidayati.

Per minggunya, Nurul mengolah teripang untuk memenuhi pasar setiap minggunya mencapai 60-80 kg kering yang didapat dari pengolahan 7-8 kuintal teripang per hari untuk dikeringkan. Pengeringannya pun masih menggunakan sistem konvensional, yaitu dengan sinar matahari.

Dari hasil berbagai produk pengolahan hasil laut yang dibuatnya, Nurul mendapatkan omzet Rp 12 juta per minggunya. "Saya memperoleh teripang segar dari 18 nelayan yang kami bina, dan 6 pegawai untuk pengolahan," tukasnya.(SK1)

 
Copyright © 2017. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com