ITS Kerjasama Dengan Lembaga Sandi Negara PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Selasa, 01 November 2016 20:21

Surabayakita.com - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya meresmikan jalinan kerjasamanya dengan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) Indonesia. Keduanya melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dalam acara Seminar Nasional Sistem Informasi Indonesia (Sesindo) 2016 di Hotel Swiss Belinn Manyar, Surabaya, Selasa (1/11).

Ini merupakan kali pertama kerjasama Lemsaneg dengan perguruan tinggi di Indonesia. Kerjasama tersebut mencakup empat aspek pengembangan dan penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
Empat aspek yang disepakati di antaranya kerjasama riset dalam bidang pengembangan teknologi informasi, rekayasa teknologi informasi, pengembangan sumber daya manusia, serta pemekaran dan diseminasi informasi. Kesepakatan tersebut akan berlaku hingga tahun 2021 mendatang.

Kepala Lemsaneg, Mayjen TNI (Purn) Djoko Setiadi MSi, mengungkapkan kebahagiaannya mengetahui ITS telah menyadari bahwa kerjasama dengan Lemsaneg diperlukan guna menjaga keamanan dan melaksanakan rekayasa di bidang TIK. “Ini demi pengamanan agar karya putra dan putri bangsa di bidang TIK dapat benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan negara,” ujarnya usai penandatanganan MoU.

Djoko menilai bahwa pengembangan TIK yang pesat saat ini telah turut mengubah peradaban dan budaya masyarakat Indonesia. TIK pun memiliki peran penting dalam mendukung kehidupan manusia di berbagai aspek. Namun, Djoko menyatakan perlu dipahami bahwa manfaat tersebut harus sejalan dengan keamanan dan kenyamanan sistem informasinya.

“Sebab, ancaman terhadap pencurian, perubahan, ketersediaan, dan manipulasi data atau informasi di era digital saat ini juga semakin meningkat,” ujar pria yang pernah mengabdi sebagai Pasukan Pengamanan Presiden selama empat tahun ini.

Menurut  Djoko, kerjasama antara ITS sebagai perwakilan akademisi dengan Lemsaneg sebagai birokrasi merupakan sebuah sistem yang saling melengkapi. Hal tersebut, lanjut Djoko, turut menjadi bukti bahwa ITS merupakan peguruan tinggi yang memiliki kemampuan dalam menghasilkan inovasi di bidang TIK.

“Saya yakin, kerjasama ini juga disadari oleh kesepahaman bahwa kedua pihak saling membutuhkan mitra kerja dan mitra belajar khususnya dalam hal TIK,” tutur Djoko. Ia pun berharap kerjasama ini segera ditindaklanjuti dengan kerjasama teknis di antaranya dalam hal joint research dan publikasi riset.

Di sisi lain, Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MScES PhD menuturkan bahwa masalah pengelolaan data dan informasi menjadi hal penting yang harus terus dikembangkan di masa datang. Lemsaneg pun diakui Joni menjadi mitra yang tepat bagi ITS untuk pengembangan dalam bidang TIK. “Kerjasama ini menjadi salah satu langkah kami guna mendorong kreativitas sivitas akademika ITS untuk mengembangkan TIK yang berhubungan dengan keamanan informasi dan kewirausahaan,” pungkas Joni.

Ketua panitia Sesindo 2016, Andre Parvian Aristio, mengatakan bahwa seminar tahunan kali ini melibatkan 130 organisasi, diikuti 73 peserta dengan menampilkan 61 makalah dan empat pembicara, salah satunya Dr Djoko Setiadi dan Director Enciet Business Consult Drs Kresnayana Yahya. "Kami ingin makalah dan peserta seminar kali ini lebih berkualitas, kaena itu dilakukan seleksi yang cukup ketat," jelas Andre yang juga dosen jurusan Sistem Informasi ITS. (SK2)

 
Copyright © 2017. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com