Jelang Muscab, PD Surabaya Masih Butuh Sosok Tangguh Dan Religius PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Selasa, 24 Januari 2017 21:29

Surabayakita.com - Tak bisa dipungkiri saat ini menjelang digelarnya musyawarah cabang (Muscab) DPC Partai Demokrat (PD) Surabaya, suhu politik di internal partai bentukan Susilo Bambang Yudhoyono itu mulai menggeliat. Setidaknya ada empat orang yang diperkirakan akan maju menjadi calon ketua.

 

Mereka yang namanya sudah sering muncul disebutkan media akan mencalonkan diri adalah Junaedi, Mochammad Machmud, Ratih Retnowati dan Siswandi. Dari keempatnya hanya Siswandi yang bukan anggota DPRD Surabaya. Sejauh ini belum diketahui siapa yang memiliki peluang terbesar menduduki jabatan orang nomer satu di DPC PD Surabaya periode mendatang.

Namun siapapun kelak yang akan terpilih akan memiliki tugas yang bisa dikatakan cukup berat untuk menahkodai PD Surabaya. Hal ini karena partai ini pernah memimpin dalam perolehan kursi DPRD Surabaya pada saat pileg 2009 silam. Ketua terpilih nantinya paling tidak harus mampu mengembalikan kejayaan PD Surabaya tersebut.

Dari hasil pileg  saat itu, PD Surabaya mendudukkan kadernya menjadi Ketua DPRD Surabaya karena meraih kursi dengan jumlah dominan pada masa periode 2009 - 2014. Sayangnya pada pileg berikutnya 2014, perolehan kursi di DPRD Surabaya melorot drastis hanya menjadi 6 kursi.

Untuk mengawal PD Surabaya pada pileg 2019 mendatang tentu diperlukan sosok yang tangguh, ahli strategi, mau bekerja keras untuk kemajuan partai dan sudah terbukti kiprahnya di percaturan dunia politik Surabaya. Sosok itulah yang akan dipilih melalui Muscab PD Surabaya pada Pebruari 2017.

Terkait hal ini Umar Sholahudin, pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Surabaya mengatakan  mengembalikan kejayaan PD seperti beberapa waktu itu bisa saja terjadi. Ada beberapa prasyarat yang harus dipenuhi yaitu kesolidan partai dan adanya  ikatan yang kuat antara kader dengan struktur pengurus.

“Ini penting sebagai pondasi. Jika kader dan struktur terjalin komunikasi yang kuat dan solid,  tidak ada gejolak. Sebab,  aspirasi tingkat bawah akan terwadahi dan tersalurkan secara baik,” tuturnya.

Ia menambahkan  para kader juga harus  belajar banyak kepada SBY.   Sebab, tak bisa dipungkiri, PD besar karena SBY. “Namun begitu jangan sampai terjebak pada patronasi, yang mengandalkan salah satu fiqur saja. Sebab, jika fiqur utama meredup akan berpengaruh terhadap nasib partai tersebut,” jelasnya.

Yang tak kalah penting lagi buat catatan bagi kader PD yang mau maju dalam  Muscab adalah mereka harus memiliki jiwa arek.  Ini penting karena karakter dari jiwa arek adalah merakyat dan terbuka. Artinya  ia harus mampu berdiri di semua golongan. “Dengan jiwa arek ini, maka  mereka mampu melakukan komunikasi yang baik,” ujarnya.

Umar mengingatkan bahwa   warga Surabaya adalah  religius nasionalis. Artinya mereka kebanyakan adalah kaum santri dan sangat cinta tanah air. Melihat hal itu ,  kader yang mau maju diharapkan dari kalangan religius dan nasionalis. Sebab, masyarakat Surabaya adalah mayoritas muslim. “Harapannya aspirasi mayoritas bisa terwadahi dengan baik,” katanya. (SK1)

 

 
Copyright © 2017. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com