Pelaku UKM Pahlawan Ekonomi Datangkan Mesin Roti Asal Taiwan PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Kamis, 26 Januari 2017 20:19

Surabayakita.com - Salah satu pelaku usaha Pahlawan Ekonomi asal kampung Ketandan Surabaya, Diah Arfianti, boleh dibilang sukses dalam usahanya membuat roti kering. Buktinya, Diah kini berhasil meningkatkan kapasitas produksinya dengan membeli mesin roti dari Taiwan.

Berkat ketekunannya, Diah mampu mengembangkan bisnis kue nya sehingga tiap hari banjir order dari pelanggannya. Untuk meningkatkan kapasitas produksinya itu, Diah harus membeli mesin baru dari luar negeri.

“Saya pesan sejak November 2016 lalu, melalui distributor di Surabaya yang khusus mendatangnya barang-barang dari Taiwan. Alhamdulillah, barangnya sekarang lagi trial (uji coba),” ujar Diah Arfianti yang ditemui di rumahnya sekaligus tempat produksi di Jalan Ketandan Baru II, Surabaya, Kamis (26/1/2017).

Mesin roti yang dibeli owner Diah Cookies ini berupa oven convection  705 dan mixer  SM-201 merek Sinmag, buatan Taiwan tahun 2016. Untuk oven convection  yang  berkapasitas lima loyang tersebut dibeli seharga Rp 45 juta. Sedang mixer (pengaduk adonan roti) ukuran 20 liter dibeli seharga Rp 10 juta. Totalnya Rp 55 juta. Dua mesin roti ini biasa dipakai toko kue dan pastry yang memiliki brand ternama.

“Saya belinya cash dari hasil nabung. Itung-itung buat investasi,” cetus perempuan berjilbab ini, lantas tersipu.

Menurut Diah, untuk satu loyang rata-rata bisa menghasilkan 3-4 toples kue kering. Saat ini, Diah dibantu empat orang asistennya bisa memproduksi 100 toples per hari. Dengan mesin baru tersebut, produksinuya dipastikan naik dua kali lipat, 200 toples per hari.    

“Minggu ini saya kejar deadline pesanan untuk perayaan Imlek. Sekaligus persiapan Lebaran, biasanya memang empat bulan sebelumnya saya sudah terima pesanan,” ungkap Diah yang meraih juara pertama kategori Home Industry Pahlawan Ekonomi Award 2016.

Menurut Diah, dengan mesin roti baru ini, ia menarget bisa memproduksi 30 ribu toples di tahun 2017. Jumlah ini mengalami kenaikan dari tahun 2016, di mana Diah Cookies telah memproduksi 15 ribu toples.

Untuk memenuhinya, selain menambah kapasitas barang, mulai Februari mendatang, Diah menambah asisten dari 4 orang menjadi 20 orang.  

“Saya melibatkan warga sekitar kampung membantu saya. Biar mereka juga bisa merasakan mendapatkan penghasilan. Saya juga sudah menyewa rumah karena kalau produksi di rumah sendiri tidak memadai lagi,” tutur dia.

Dia menambahkan, pengadaan mesin roti ini juga untuk pengembangan usahanya. Di mana, pada Juni nanti, ia tak akan melayani pembelian ritel alias ecer.

“Ada 10 agen yang sudah membeli produk saya. Mereka tersebar di Surabaya, Gresik dan Bojonegoro,” ungkapnya.

Untuk menjadi agen, Dia mematok persyaratan harus uang muka Rp 30 juta. Uang itu dipakai sebagai belanja produknya. “Jika produknya tidak habis dijual, kami mengembalikan uangnya dalam jangka waktu yang telah disepakati,” papar dia.  

Saat ini, harga kue yang dijual Diah Cookies bervariasi. Ada yang dijual Rp 30 ribu, Rp 75 ribu, sampai Rp 90 ribu per toples. Harga itu sesuai varian kemasannya. Untuk toples paling kecil ukuran 250 gram, ia membandrol Rp 30 ribu.

Lebaran atau Natalan tahun lalu, Diah Cookies mampu memproduksi 1.500-2.000 toples setiap harinya. Semua produknya bisa ludes terjual hanya dalam seminggu. (SK1)

Teks foto: Diah arfianti dibantu suaminya, Mochammd Rofik, melakukan trial oven convection yang bari didatangkan dari Taiwan, Kamis (26/1/2017)


 
Copyright © 2017. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com