Tahun 2016 Indosat Ooreedo Catat Labah Bersih Rp1,1 Triliun PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Kamis, 16 Maret 2017 20:48

Surabayakita.com - Indosat Ooreedo meraup laba bersih sebesar Rp1,1 triliun selama tahun 2016 lalu. Angka ini tercatat mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Angka kenaikannya lumayan tinggi mencapai 184,4 %.


Sesuai dengan pers release yang diterima Surabayakita.com dari Indosat Ooreedo, pergerakan mata uang yang stabil menjadi salah satu penyebabnya. Selain itu juga karena didongkrak oleh peningkatan operasional dan utang dalam mata uang asing lebih rendah.

Indosat mencatat pertumbuhan untuk pendapatan sebesar 9,0% terhadap tahun sebelumnya, dengan membukukan pendapatan konsolidasian sebesar Rp29,2 triliun untuk tahun 2016.  

Sedangkan EBITDA tumbuh 12,1% menjadi Rp12,9 triliun (2015: Rp11,5 triliun), dengan marjin EBITDA sebesar 44,1%. Beban biaya mengalami peningkatan sebesar 3,4% menjadi Rp25,2 triliun (2015: Rp24,4 triliun). Pendapatan selular, MIDI dan telekomunikasi tetap masing-masing memberikan kontribusi sebesar 83%, 14%, dan 3% terhadap pendapatan konsolidasian Perusahaan.   

Pendapatan Selular meningkat sebesar 10,0% pada tahun 2016, utamanya disebabkan peningkatan pendapatan Data, Telepon, SMS dan VAS yang diimbangi dengan penurunan dari pendapatan interkoneksi. Jumlah pelanggan selular pada akhir tahun 2016 mencapai 85,7 juta pelanggan.

Sementara itu pendapatan MIDI meningkat sebesar 10,0% dibandingkan tahun 2015, utamanya disebabkan pertumbuhan bisnis layanan IT yang dikontribusi dari Lintasarta, salah satu anak perusahaan Indosat Ooredoo.

Untuk pendapatan Telekomunikasi Tetap turun sebesar 14,3% dibandingkan tahun 2015 yang disebabkan turunnya trafik dan menguatnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat. Perusahaan terus mengembangkan jaringan telekomunikasinya secara nasional dengan menambah 5.796 BTS dimana 57% di antaranya merupakan BTS 3G dan 4G untuk menunjang pertumbuhan penggunaan data.

Jumlah pelanggan selular pada tahun 2016 meningkat sebesar 16 juta pelanggan dibandingkan dengan tahun 2015 di mana ini merupakan hasil dari penawaran paket-paket menarik yang sesuai dengan gaya hidup pelanggan. Perusahaan juga melihat pertumbuhan jumlah pengguna data yang mendorong pertumbuhan trafik data sebesar 147,1% dan pertumbuhan pendapatan data sebesar 46,7% dibanding tahun sebelumnya.    

Porsi utang USD turun sebesar 58,3% dari USD432,1 juta (mewakili 25% dari total utang) pada tahun 2015 menjadi sebesar USD180,0 juta (mewakili 12% dari total utang) di mana Indosat Ooredoo melanjutkan initiatifnya untuk mengurangi pengaruh fluktuasi mata uang terhadap laba/rugi bersih Perusahaan. Total utang dari pinjaman bank dan obligasi juga mengalami penurunan sebesar Rp3,5 triliun atau penurunan sebesar 14,8% dibanding tahun lalu. (SK3)

 

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com