Trantib Kec. Mulyorejo Bongkar Wifi Corner PT.Telkom PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Rabu, 22 Maret 2017 18:12

Surabayakita.com - Kecamatan Mulyorejo melakukan pembongkaran bangunan non permanen milik para pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang ruas Jl. Kenjeran Surabaya Timur. Alat peraga milik PKL tersebut dibongkar karena dibangun dengan menggunakan besi dan dicor dalam tanah.

Kasi Trantib Kecamatan Mulyorejo, Mujoko, Rabu (22/3/2017) siang mengatakan kalau dibiarkan stand milik PKL itu akan mengganggu ketertiban. Selain itu jika dilihat akan nampak kumuh.

Hanya saja untuk penertibannya, Trantib Kecamatan Mulyorejo tak bisa melakukannya sendirian. Hal ini karena selain keterbatasan alat juga tenaga. Terpaksa Kecamatan Mulyorejo minta bantuan peralatan berat milik Dinas PU.

"Kami terpaksa minta bantuan teman teman Dinas PU. Karena pembongkarannya tak bisa dilakukan secara manual. Besi yang mereka pakai itu lumayan besar, apalagi ujung bagian bawahnya dicor di dalam tanah. Setelah dibongkar dengan bego, bangunan liar itu sudah bersih sekarang," ujar Mujoko.

Selain membersihkan bedak milik PKL, saat itu juga dilakukan pembongkaran bangunan wifi corner milik PT. Telkom di Jl. Kenjeran. Sebagian bangunan tersebut berada di bahu jalan sehingga mengganggu arus lalu lintas.

Kini tempat itu juga bersih kembali. PT Telkom sudah membangun lagi bangunan serupa namun posisinya agak masuk ke dalam di area persilnya sendiri.

"PT.Telkom juga tidak mempermasalahkan bangunan itu dibongkar. Karena memang tidak digunakan lagi. Sekarang sudah bersih," tambah Mujoko.

Dalam waktu tidak lama lagi, Mujoko juga akan melakukan penertiban terhadap para penjual bunga yang mangkal di pinggir Jl. Ir.Soekarno (MERR) sisi timur. Memang tidak banyak hanya tiga orang.

Namun jika tidak ditertibkan dikhawatirkan jumlah mereka bertambah banyak karena akan mengundang penjual bunga lainnya, karena merasa diperbolehkan menempati kawasan itu.

"Kami akan bekerjasama dengan Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau agar lahan tersebut ditanami bunga. Kalau sudah ditanami bunga atau pohon penghijauan maka secara otomatis tak bisa lagi dipakai untuk jualan bunga," kata Mujoko ketika ditemui di kantornya.(SK1)

 
Copyright © 2017. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com