Bayar Tunggakan Pajak PD Pasar Bisa Pakai Dana Cadangan PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Kamis, 20 April 2017 22:54

Surabayakita.com - Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya dari PKB, Masduki Toha menyatakan ada celah untuk membayar tagihan pajak PD Pasar Surya senilai Rp8 miliar melalui dana cadangan. Tapi syaratnya harus  melalui mekanisme persetujuan DPRD Surabaya.

Dana tersebut saat ini dibutuhkan PD Pasar untuk membayar tagihan pajak terutang di Direktorat Jendral Pajak (DJP) Kanwil Jatim I. Akibat tak bisa membayar tunggakan pajak tersebut rekening PD Pasar kini diblokir sehingga tak bisa leluasa beraktifitas keuangan.

Masduki Toha mengakui untuk memakai dana APBD guna menalangi tunggakan hutang tersebut mustahil dilakukan. Sebab tidak masuk dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS).

Menurutnya yang saat ini mungkin dilakukan adalah menggunakan dana cadangan. "Bisa menggunakan dana cadangan tapi syaratnya harus mendapat persetujuan dari DPRD Surabaya," ujarnya, Kamis (20/4/2017).

Dana cadangan bisa digunakan karena menurut hemat Masduki Toha, kondisi yang terjadi di PD Pasar dinilainya darurat. Kalau dibiarkan, maka perusahaan milik Pemkot Surabaya itu bisa berhenti aktivitas.

"Kondisinya emergensi. Kalau dibiarkan maka kegiatan kegiatan yang ada di PD Pasar akan berhenti," kata Masduki.

Masduki tak bisa memastikan apakah kondisi 'salah urus' manajemen PD Pasar ini karena kelalaian atau kesengajaan akibat pergantian unsur pimpinan. Tapi meski ada pergantian pimpinan PD Pasar, kewajiban membayar pajak mestinya harus tetap dilakukan karena sudah menjadi salah satu keharusan sebagai wajib pajak.

"Kalau unsur kesengajaan, walikota harus cepat ambil tindakan. Jangan dibiarkan. Agar persoalan yang ada cepat bisa terselesaikan," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Data dan Pengawasan Potensi Pajak Direktorat Jendral Pajak (DJP) Kanwil Jatim I, Ardhie Permadi,  mengatakan pemblokiran terjadi lantaran PD Pasar Surya tidak melakukan pembayaran cicilan pajak setahun terakhir. "Sudah ada upaya mengangsur pajak terhutang itu. Tapi setahun terakhir angsuran itu berhenti," katanya tanpa mengetahui penyebab berhentinya angsuran itu.

Untuk menormalkan rekening itu, sangat mudah. Bila sudah ada upaya pembayaran lagi maka Direktorat Jendral Pajak (DJP) Kanwil Jatim I segera akan membuka rekening PD Pasar.

Sementara Ketua Badan Pengawas PD Pasar Surya, Rusli Yusuf, ada mis komunikasi antara PD Pasar dengan pihak Dirjen Pajak. "Mungkin ada pergantian kepengurusan di Direktorat Jendral Pajak (DJP) Kanwil Jatim I sehingga tak memahami kesepakatan antara PD Pasar dengan pihak pajak sebelumnya," katanya. (SK1)

 
Copyright © 2017. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com