Unair Bersama Unusa Gelar Pelatihan Workshop Kelola Sistem Informasi PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Jumat, 28 April 2017 16:43

Surabayakita.com - Pusat Pengolahan Teknik Sistem Informasi (PPTSI) Universitas Airlangga (Unair) menggandeng Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) memberikan workshop atau pelatihan khusus bagaimana mengelola Sistem Informasi (SI) Manajemen di kampus.

Kegiatan ini diikuti 50 perguruan tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) di seluruh Indonesia. Ketua PPTSI Unair, Soegianto Soelistiono mengatakan pelatihan dengan melibatkan PTNU ini karena NU berupakan organisasi yang besar dan massif.

"Dari sanalah, kami berpikir kalau lembaga pendidikan tinggi dari sebuah organisasi besar sudah dirangkul dan dimajukan Insha Alloh pendidikan itu akan merata," tandasnya di sela acara di Kampus B Unusa Jemursari Surabaya, Jumat (28/4/2017).

Bukan hanya pelatihan dan workshop, namun PPTSI akan mendampingi PTNU itu agar bisa mandiri dalam mengelola sistem informasi manajemennya. Pendampingan itu kata Soegianto akan berlangsung selamanya.

"Bahkan tidak hanya pendampingan tapi kami akan siapkan tiga unsur yang biayanya mahal itu di masing-masing PTNU di seluruh Indonesia yang berjumlah 230 lembaga. Kami akan siapkan data center, blue print management dan sumber daya manusia (SDM) profesional. Pokoknya PTNU tidak mengeluarkan uang sepeserpun," jelasnya.

Untuk bisa merealisasikannya, PPTSI menyiapkan dana sekitar Rp 10 miliar. Dana ini kecil dibandingkan kalau PTNU harus menyiapkan semuanya sendiri. "Karena kolektif jelas jauh lebih murah,” tandasnya.

Persiapan sistem informasi manajemen di kampus-kampus NU di seluruh Indonesia itu sebenarnya ada kolerasi dengan pengisian data kampus secara lrngkap dan komprehensif ke feeder data Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti).

Saat ini pengisian data itu tidak lagi dilakukan secara manual. Sehingga tidak terjadi penumpukan hard copy di Kemristekdikti. Untuk bisa mengisi data di fider Kemriatekdikti, kampus memang perlu memiliki sistem sehingga data yang diunggah bisa valid dan mudah.

"Unggahan itu dilakukan setiap semester. Dan tidak boleh terlambat. Kalau semester ganjil itu antara Februari dan Maret sementara semester genap di Agustus hingga September," tambah Wakil Rektor III Unusa, Ima Nadatien.

Data-data yang harus diunggah ke feeder Kemristekdikti itu kata Ima, meliputi semua kegiatan kampus, mulai mahasiswa, dosen hingga prestasi yang diraih sivitas akademikanya. Sehingga tak mengherankan data yang diisi itu bisa mrnentukan peningkatan akreditasi baik akreditasi program studi, fakultas maupun lembaga pendidikan tinggi itu sendiri.

Direktur Pembelajaran Kemenristekdikti, Dr.Ir. Paristiyanti Nurwardani menuturkan, Semua Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) harus meningkatkan kualitas akademiknya. Saat ini PTNU di Indonesia masih minim yang mendapatkan akreditasi A. Oleh karena itu, harus ditingkatkan semangatnya untuk selalu memperbaiki institusi sebuah lembaga.

“Dengan adanya acara ini, para pimpinan PTNU harus tergerak untuk meningkatkan akreditasi melalui Penjaminan Mutu Akademik. Setelah acara ini, akan diagendakan Kemenristekdikti untuk membuat acara lanjutan bagi Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama,” ungkapnya.

Sama dengan Paristiyanti, Ketua PBNU Bidang Pendidikan, Dr. Hanief Saha Ghafur menjelaskan  Perguruan Tinggi di bawah naungan Nahdlatul Ulama, harus selalu meningkatkan mutu akademiknya. Salah satunya dengan memperbaiki feeder yang ada di PTNU masing-masing. Dia sangat mengapresiasi kegiatan ini. “Alhamdulillah ada inisiatif antara UNUSA dengan PPTSI Unair membuat acara ini. Semoga dengan adanya acara ini dapat memberikan keberkahan,” terangnya.

Selama ini Sistem Informasi Manajemen di sebuah perguruan tinggi (PT) memang tidak mudah disediakan. Karena penyediaannya membutuhkan dana yang tidak sedikit. Sekitar Rp 5 miliar yang harus disiapkan PT untuk bisa memiliki SI yang bagus meliputi penyediaan data center, blue print management dan sumber daya manusia (SDM) profesional. Semua itu berharga mahal. Karena keterbatasan itulah, banyak PT yang masih belum memiliki SI manajemen yang layak dan mumpuni. Padahal di zaman yang serba online seperti ini, ketersediaannya sangatlah dibutuhkan. (SK2)

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com