Pasar Malam Tjap Toendjoengan, Manjakan Lidah Penikmat Kuliner PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Kamis, 04 Mei 2017 20:50

Surabayakita.com - Wisata kuliner bercap Pasar Malam Tjap Toendjoengan kembali hadir di Kota Pahlawan Surabaya. Acara ini digelar 4 Mei - 4 Juni 2017 di Food Festival – Pakuwon City, Surabaya Timur.


Bulan ini Surabaya memiliki banyak agenda kegiatan. Ini menandai peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-724. Pasar Malam Tjap Toendjoengan sendiri sudah akrab di telinga para penikmat kuliner karena sudah memasuki tahun ke 9 digelar.

Hanya saja tempat pelaksanaannya telah digeser, dari Jl.Tunjungan sesuai nama acara Pasar Malam Tjap Toendjoengan seperti pada awal  kegiatan ini dilaksanakan. Kini pasar malam itu dilangsungkan di Surabaya Timur.

Meski digeser ke kawasan pingiran ternyata animo pecinta kuliner untuk datang ke tempat itu tak surut. Surabayakita.com yang tahun lalu datang ke Food Festival di Surabaya Timur cukup kagum dengan penataan, suasana dan kemeriahan acara tersebut.

Tahun ini acara tersebut dibuka Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Arini.“Ini untuk mengenang kawasan Tunjungan yang mana dulunya mejadi salah satu pusat perbelanjaan,” ungkap Arini saat membuka acara pasar malam Tjap Toendjoengan di area outdorr Food Festival – Pakuwon City, Surabaya.

Selain itu, sambung Arini acara ini juga melibatkan 100 pelaku UKM yang memang diikutsertakan oleh Pemkot dengan tujuan menggerakkan roda perekonomian dan meningkatkan pendapatan mereka.

“Pelaku UKM yang hadir sebagian besar sudah pernah menjajaki acara ini, sebagiannya baru mencoba. Khusus pelaku UKM yang baru mencoba, sengaja dilibatkan agar mereka tahu rasanya menjadi seorang pengusaha kecil-kecilan,” imbuhnya.

Sementara itu, General manager Pakuwon Hendi Susanto mengatakan tema yang diangkat tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. “Mulai backdrop sampai set panggung kami memilih tema Kampung Melayu, namun dekorasi khas tradisional Jawa Tempoe Doloe tidak pernah hilang”, ujar Hendi.

Ditanya soal jumlah pengunjung tahun ini, Hendi optimis bakal mengalami kenaikan. Sebab, acara pasar malam selalu ramai dikunjungi oleh warga surabaya, luar provinsi bahkan luar negeri. “Melihat animonya saja tidak pernah sepi dari tahun ke tahun, tempat duduk saja sampai rebutan,” tandas Hendi.

Selama digelar, lebih dari 500 sampai 600 menu makanan dan jajanan nusantara tersajikan di pasar malam ini, diantaranya rujak777 cingur, nasi liwet, nasi Bali, aneka sate, gudeg, semanggi, ronde, lontong balap, lontong kupang, pempek, tahu tek, es Manado, rawon, bubur Madura, dan masih banyak lagi.

Tidak hanya menyuguhkan makanan, pengunjung yang datang untuk mencicipi makanan turut dihibur oleh live music campursari, keroncong dan musik patrol, cokekan, Iawakan, peragaan busana tradisional nusantara selama sebulan penuh.

Namun ada yang berbeda  dengan gelaran tahun lalu, kali ini semua transasksi tidak lagi dilakukan secara tunai. Pemkot Surabaya menggandeng sebuah bank pamerintah untuk melayani pembelian kartu produk bank tersebut guna transaksi pembelian makanan di acara itu. Dengan kartu non cash itu panitia mengharuskan pengunjung untuk membeli dan menggunakan kartu pembayaran bank tersebut. (SK1)

 

 
Copyright © 2017. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com