Walikota Minta Anak Muda Kenali Kuliner Khas Surabaya, Rujak Uleg PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Minggu, 14 Mei 2017 14:56

Surabayakita.com - Jelang keberangkatannya ke London Inggris untuk memenuhi undangan Pangeran William tanggal 18 Mei mendatang, Walikota Surabaya Tri Rismaharini menyempatkan diri menghadiri serangkaian acara memperingati Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-724, termasuk Festival Rujak Uleg di Jl. Kembang Jepun, Minggu (14/5/2017) pagi.


Rujak Uleg ini setiap tahun digelar. Ribuan masyarakat menyempatkan diri hadir di tempat itu tak hanya sebagai peserta, juga ingin menonton acara pelestarian makanan rakyat legendaris Surabaya itu. Apalagi tahun ini peserta Festival Rujak Uleg mencapai 300 peserta (grup), lebih banyak dari tahun lalu.

Saking banyaknya  peserta dan penonton acara ini, kawasan Jl. Kembang Jepun menjadi lebih 'hidup' dan semarak. Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satlantas melakukan pengaturan jalan di sekitar kawasan ini karena Kembang Jepun ditutup total.

Ke 300 grup peserta  berasal dari kelurahan/kecamatan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Surabaya, BUMD, hotel dan media, juga  tamu kehormatan perwakilan negara sahabat. Mereka tidak hanya sibuk nguleg rujak. Memakai kostum unik, mereka juga berjoget dan meneriakkan yel-yel masing-masing.

Ada yang memakai pakaian tradisional, kostum vampir, hingga superhero. Festival Rujak Uleg Surabaya telah menjadi agenda tahunan dan menjadi hiburan bagi masyarakat. Tak hanya warga Surabaya saja, banyak warga luar kota dan daerah yang ingin menikmati keriuhan acara yang digelar ke 15 kali nya ini.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengajak semua pihak untuk merawat kuliner khas Surabaya ini. Rujak Uleg sudah dikenal luas oleh masyarakat karenanya perlu dijaga kelestariannya. Banyak gerenasi muda yang lebih familiar dengan makanan modern seperti pizza, spaghetti dan lainnya, tetapi mengenal dan merasakan Rujak Uleg juga ada sensasinya.

“Festival ini untuk mengenang dan menjaga budaya kita. Salah satunya rujak uleg. Mungkin anak-anak kita tidak tahu. Kita bangkitkan lagi bahwa kita punya kekayaan luar biasa di bidang kuliner, yakni rujak uleg,” tegas wali kota.

Wali kota menyelipkan permintaan kepada masyarakat agar senantiasa menjaga keutuhan dan persatuan dari ancaman perpecahan. Menurutnya, di usianya sekarang ini Surabaya ibaratnya sudah terbang. Karenanya, pantang untuk kembali turun  hanya karena mengungkit-ungkit perbedaan yang memicu perpecahan. Justru, warga Kota Pahlawan harus bersama menjaga situasi kota, serta terus bekerja keras dan terus belajar demi masa depan yang lebih baik.

“Sebagai anak cucu pejuang, mari teladani para pejuang meski berbeda tapi satu. Kita bisa menjaga kebersamaan dan persatuan. Mari menjadikan Surabaya sebagai contoh tidak ada pertentangan dan permusuhan. Kalau Surabaya damai, kita semua mudah nyari makan, sekolah dan berusaha,” sambung wali kota.

Wali kota bersama konsulat jenderal negara sahabat yang ada di Surabaya, Forum Pimpinan Daerah, komunitas masyarakat dan juga pengusaha lantas membunyikan sirine pertanda dimulainya Festival Rujak Uleg 2017. Setelah itu, mereka nguleg bareng di “layah” berukuran jumbo.

Menariknya, setelah rujak hasil nguleg bareng itu jadi, wali kota lantas membagikan sepiring rujak uleg ke masyarakat. Sempat berjalan beberapa menit untuk mencari ‘orang pilihannya’, wali kota akhirnya memberikan rujak tersebut kepada anak perempuan yang ikut menyaksikan kehebohan Festival Rujak Uleg 2017.(SK1)

 

 
Copyright © 2017. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com