Anggota Pansus Raperda Pajak Daerah Tak Sepakat Penurunan Pajak Hiburan PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Kamis, 01 Juni 2017 20:22

Surabayakita.com - Penurunan pajak hiburan yang kini sedang dirampungkan Pansus Raperda Pajak Daerah masih menimbulkan pro dan kontra di antara anggota Pansus. Sebab usulan penurunan pajak hiburan itu dianggap tidak sejalan dengan upaya Pemkot Surabaya menaikkan pendapatan asli daerah (PAD).

Ada sebagian anggota pansus yang menolak keras usulan penurunan pajak hiburan. Sebab usulan itu dianggap tidak produktif.

Menurut seorang anggota pansus, usulan penurunan pajak hiburan itu ditolak keras oleh sebagian anggota. Tidak benar kalau semua anggota pansus menyetujuinya.

Di sisi lain, pembahasan Raperda Pajak Daerah ini sudah mulai memasuki pembahasan pasal perpasal. Targetnya Juni akhir tahun ini Raperda itu sudah dirampungkan dan disahkan.

Hal ini disampaikan Ketua Pansus Pajak daerah Herlina Harsono Njoto. “Kita sudah mulai membahas per pasal, diharapkan akhir Juni sudah selesai dan disahkan,” ujarnya.

Raperda Pajak daerah yang dibahas ini merupakan pengubahan Perda 4 /2011 tentang hal yang sama. Beberapa pengubahan yang disusulkan pemerintah kota yang krusial adalah tentang masuknya pajak on line utamanya pada pajak-pajak restoran, rumah hiburan dan hotel.

Pajak yang juga krusial dibahas dan diusulkan pemkot adalah tentang penurunan tarif Pajak Hiburan yang didalamnya termasuk pajak Rumah Hiburan Umum (RHU). Mengenai usulan penurunan tariff pajak Rumah Hiburan Umum(RHU) dari pemerintah kota Surabaya, Herlina menyebut pembahasan belum sampai pada masalah tersebut.

“Kita belum sampai ke masalah itu, mungkin minggu depan sudah sampai ke sana,’ ujarnya saat dikonfirmasi.

Tentang pengubahan pajak hiburan dan RHU sendiri sempat menimbulkan polemik di awal usulan Pemkot diterima Pansus. Sejumlah pihak menyebut penurunan ini tidak signifikan dengan upaya Pemkot untuk menambah PAD dari sektor pajak.

Sebagai gambaran hasil pendapatan pajak hiburan di Surabaya pada tahun 2015 sebesar Rp 53,6 miliar. Sementara salah satu penghasil terbesar PAD kota Surabaya adalah PBB mencapai Rp 834,28 miliar.(SK1)

 
Copyright © 2017. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com