PDAM Akan Bangun Intalasi Pengolahan Air Langsung Minum PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Senin, 17 Juli 2017 15:40

Surabayakita.com - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada Surabaya akan membuat unit pengolahan air bersih yang bisa langsung diminum pada tahun 2017. Instalasi pengolahan air langsung minum ini rencananya bisa dikonsumsi oleh sekitar 300 kepala keluarga (KK).


Rencana ini diungkap Dirut PDAM Surya Sembada, Ir. Mujiaman Sukirno, Senin (17/7/2017). Untuk mewujudkan rencana ini, pilot projectnya akan dibangun di kawasan Ngagel, di area Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) existing.

Kenapa hanya diperuntukkan 300 KK ? Mujiaman memiliki kajian teknis soal keamanan konsumen yang akan disasar produksi air langsung minum ini. Sebab menurutnya dengan hanya menjangkau 300 KK maka untuk mendistribusikan air langsung bisa diminum itu tak membutuhkan jaringan pipa panjang.

"Kalau pipa terlalu panjang maka air yang didistribusikan dari IPAM ke rumah rumah pelanggan  rentan terkena bakteri. Bakteri itu bisa mengeluarkan racun yang  membahayakan konsumen. Beda kalau air didistribusikan dengan pipa tidak terlalu panjang," ujar pria asal Surabaya yang memangku jabatan dirut sejak 16 Juni 2017 lalu itu.

Namun Mujiaman mengaku optimis proyek pengolahan air langsung bisa diminum ini akan bisa dikembangkan di kemudian hari. Artinya ke depan PDAM akan membangun instalasi serupa di tempat tempat lain sesuai kebutuhan yang diinginkan konsumen.

"Untuk sementara ini kami akan coba memenuhi kebutuhan air langsung bisa diminum terutama di kawasan Ngagel. Kemudian target kami selanjutnya bisa dikonsumsi di SKPD SKPD," ujarnya optimis.

Untuk membangun instalasi pengolahan air yang bisa langsung diminum ini tidak diperlukan biaya mahal. Hal ini setelah PDAM melakukan kajian teknis terkait rencana tersebut. "Kalau biayanya murah kok. Biayanya tak sampai dari Rp3 miliar," ujarnya kepada Surabayakita.com dengan suara baritonnya.

Saat ini PDAM merupakan satu satunya BUMD yang melayani kebutuhan air bagi sekitar 3 juta penduduk Surabaya dan memiliki jaringan pipa ribuan kilometer. Hanya saja untuk pengolahan air bersih cuna memiliki sumber utama dari Kali Surabaya. Hanya 3 persen saja bahan baku air didapat dari Umbulan Pasuruan.

Akibatnya kata Mujiaman PDAM Surabaya harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk pengolahan air bersih. Ini mengingat bahan baku air dari Kali Surabaya kondisinya tercemar baik oleh logam berat maupun racun tertentu.

Bahkan untuk meminimalisir agar bahan kimia untuk pengolahan air tidak terus membengkak, PDAM setiap hari melakukan ujicoba lab. Tujuannya untuk mencari formula yang tepat agar air dari Kali Surabaya yang baku mutunya rendah bisa disulap menjadi air bersih dengan tidak terlalu banyak menghabiskan biaya bahan kimia.

"Sejak 12 tahun lalu, kami tak pernah menaikkan tarif air bersih PDAM. Tarif ini yang terendah di Indonesia. Sebanyak 80 persen pelanggan kami membayar tarif subsidi sebesar Rp350 perkubik. Subsidinya diambilkan dari 20 persen pelanggan industri seperti restoran, rumah sakit, hotel dan lainnya," ujarnya.

Menurut Mujiaman, PDAM perlu menyiapkan solusi untuk mengatasi persoalan sumber air yang lebih baik. "Mungkin 10 tahun ke depan bahan baku air masih aman, bagaimana kalau 100 tahun lagi siapa yang bisa menjamin? Karenanya kami juga menggagas air yang tersimpan di box culvert se Surabaya disiapkan untuk bahan baku PDAM," kata Mujiaman.(SK1)

 

 
Copyright © 2017. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com