Sembilan Jabatan Ketua PAC Lowong, DPC Gerindra Sby Jaring Kader Potensial PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Senin, 24 Juli 2017 22:08

Surabayakita.com - Sebanyak sembilan jabatan Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) Partai Gerindra Surabaya saat ini lowong. Untuk para penggantinya, DPC Partai Gerindra Surabaya kini tengah melakukan konsolidasi dan seleksi internal.

Konsolidasi tersebut dilakukan pengurus DPC Partai Gerindra Surabaya, Senin (24/7/2017) sore di ruang Fraksi Partai Gerindra DPRD Surabaya. Hadir pada acara ini, Ketua H. Sutadi, Sekretaris A.H Thony, Bendahara Sentot Sumarijoto beserta beberapa pengurus lainnya.

Sedangkan anggota fraksi yang datang mengikuti konsolidasi ini selain Sutadi yang juga Ketua Fraksi dan anggota komisi D, ada Rio Patiselano anggota komisi B, Hj. Lutfia anggota komisi A dan Endi anggota komisi C. Sedangkan Aden Dharmawan yang juga wakil ketua DPRD tidak hadir.

A.H Thony sekretaris DPC Partai Gerindra yang dihubungi Surabayakita.com mengatakan konsolidasi ini dilakukan karena banyak jabatan ketua PAC yang saat ini lowong. Ada sembilan PAC yang kini tak memiliki ketua.

"Lowongnya jabatan sembilan ketua PAC itu karena ada yang meninggal, ada juga yang sudah tidak aktif karena beberapa sebab dan ada yang mengundurkan diri. Ini kami sedang melakukan penataan ulang," ujar dosen di beberapa perguruan tinggi ini.

Kesembilan jabatan ketua PAC yang lowong tersebut adalah PAC Gayungan, PAC Genteng, PAC Mulyorejo, PAC Sawahan, PAC Tegalsari, PAC Wonokromo, PAC Bubutan, PAC Jambangan dan PAC Asemrowo.

"Dari evaluasi kami ada ketua PAC yang kini tidak aktif karena berbagai sebab seperti pindah ke wilayah lain, atau diterima bekerja di tempat yang tak boleh merangkap sebagai pengurus parpol dan ada yang juga pengurus LKMK," kata A.H Thony.

Untuk mengisi jabatan ketua PAC yang lowong itu selanjutnya DPC melakukan revitalisasi struktur PAC. Targetnya agar segera ada pengganti untuk memangku jabatan tersebut.

Untuk pengisian jabatan yang lowong itu kata A.H Thony dilakukan dengan pendekatan kepada para kader yang selama ini aktif dan dinilai bisa menjalankan roda organisasi di tingkat PAC. Sedangkan untuk menentukan figur ketua PAC itu akan dilihat terkait integritas, loyalitas, leadership dan manajerial.

"Kalau ada figur yang ingin mengisi jabatan itu monggo mendaftar ke DPC. Kami memberikan kesempatan dan membuka pintu lebar lebar untuk masyarakat yang ingin mengisi jabatan tersebut, tentu kami juga akan melakukan seleksi," tambah Thony.

Peran ketua PAC sendiri dinilai sangat strategis karena berada di garda terdepan melakukan konsolidasi terhadap ranting ranting. Mengingat vitalnya peran itu, kekosongan jabatan ketua harus segera diisi.

Sedangkan ketua DPC Partai Gerindra H. Sutadi mengatakan selain materi pengisian kekosongan jabatan ketua PAC, juga dilakukan sosialisasi terkait dengan UU Pemilu yang baru.

"Kami mesti tahu bagaimana sistem baru yang akan dipakai pada pileg 2019 mendatang. Termasuk juga cara penghitungan suaranya. Dengan sistem yang baru tentu kami juga perlu untuk menata peta politik dengan berbagai kalkulasi," ujarnya.(SK1)

 
Copyright © 2017. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com