PT HM Sampoerna Tbk Bina Petani Tembakau Berpola Kemitraan PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Kamis, 12 Oktober 2017 19:48

Surabayakita.com -  PT HM Sampoerna Tbk. (“Sampoerna”) berkomitmen mendukung pemerintah dalam mendorong pertumbuhan daya saing industri dan investasi berkelanjutan di Indonesia. Perusahaan tembakau terkemuka di Indonesia ini terus berinovasi  meningkatkan daya saing sektor agro industri nasional dalam bentuk program kemitraan.

Program kemitraan yang dinamakan Sistem Produksi Terpadu bertujuan meningkatkan kualitas dan kuantitas tembakau di Indonesia. Tujuannya agar para petani dapat bersaing dalam rantai pasar nasional maupun global. Program yang sarat inovasi ini dilakukan melalui perusahaan pemasok tembakau sejak 2009 dan telah melibatkan 27.500 petani dengan luas lahan 24.500 hektar.

Para petani yang tergabung dalam program Sistem Produksi Terpadu, diperkenalkan teknologi dan praktik terbaik di bidang pertanian. Mereka diperkenalkan teknik pembakaran dengan sistem rocket barn yang mampu menghemat konsumsi bahan bakar hingga 16 persen, dan alat aplikasi penghambat tunas yang mampu menghemat waktu pengerjaan hingga lebih dari 60 persen.

Program ini sejalan dengan amanat Presiden Joko Widodo untuk mengembangkan inovasi di sektor pertanian sehingga memberikan kesejahteraan kepada petani. Para petani yang mengikuti program Sistem Produksi Terpadu mampu meningkatkan produktivitas mereka hingga 25 persen.

Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk. Mindaugas Trumpaitis mengatakan, sistem produksi pertanian yang berkesinambungan merupakan kunci pembangunan sektor pertanian berdaya saing tinggi yang mampu menyejahterakan para petani Indonesia.

“Program kemitraan menjadi komitmen kami dalam menjalankan usaha yang efisien dan berkelanjutan dengan melibatkan banyak  aspek, terutama di wilayah yang menjadi pusat bisnis perusahaan. Perusahaan berkomitmen menghadirkan terobosan guna meningkatkan produktivitas mitra bisnis kami agar terus berkembang sehingga akan berdampak terhadap kesejahteraan kehidupan petani tembakau dan cengkih,” ujar Mindaugas di Jakarta.

Sistem Produksi Terpadu telah diperkenalkan kepada sejumlah petani yang berada di daerah penghasil tembakau di Indonesia seperti Rembang, Lombok, Wonogiri, Malang, Jember, Blitar dan Lumajang. Selain teknologi, para petani mitra juga akan mendapatkan pendampingan sistem pertanian yang baik, akses permodalan, sarana dan prasarana pertanian serta akses pasar yang terjamin bagi hasil produksi para petani.

"Dengan berasaskan prinsip saling menguntungkan, program Sistem Produksi Terpadu akan membantu peningkatan kesejahteraan para petani tembakau di Indonesia. Kami berharap program ini terus mendapat dukungan dari pemerintah agar kesejahteraan petani tembakau terus meningkat dan di saat yang bersamaan dapat meningkatkan pasokan tembakau dalam negeri untuk keperluan industri,” ungkap Mindaugas.

Dalam pelaksanaannya, Sistem Produksi Terpadu akan melibatkan tiga komponen utama yakni Petani, Pemasok, dan Pabrikan. Sampoerna sebagai pabrikan akan mendapatkan jaminan pasokan tembakau dengan tingkat kualitas dan mutu terbaik sesuai standar yang ditetapkan.

Sementara itu bagi petani, program ini akan memberikan peningkatan pendapatan sebagai hasil dari produksi dengan mutu yang lebih tinggi hingga jaminan pasar yang baik. Pencapaian tersebut didapatkan melalui pemberian akses kepada mekanisasi pertanian yang memungkinkan biaya produksi yang lebih rendah dan memberikan solusi bagi masalah kekurangan tenaga kerja, serta memungkinkan penggarapan lahan yang lebih luas.

Program Sistem Produksi Terpadu menerapkan Praktik Pertanian yang Baik (Good Agricultural Practices atau GAP) sebagai bentuk pendidikan kepada petani agar mampu memproduksi tembakau secara produktif, efisien dan bersaing, serta berkelanjutan dan ramah lingkungan. Dalam hal ini, prinsip keberlanjutan tidak hanya mencakup aspek teknis dari pertanian tetapi juga terkait dengan praktik pekerja pertanian.

“Kami merasa sangat bangga dapat memiliki peran penting dan strategis dalam meningkatkan daya saing industri dan kontribusi sektor agro industri sebagai bentuk dukungan perusahaan terhadap pertumbuhan ekonomi negara. Komitmen tersebut juga terus kami perkuat agar kontribusi perusahaan kepada masyarakat dan negara dapat tersampaikan secara luas,” tutup Mindaugas.(SK3)

 
Copyright © 2017. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com