Mulai November 2017, Dishub Tambah Kawasan Zona Parkir PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Jumat, 03 November 2017 15:12

Surabayakita.com - Sesuai rencana semula, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya mulai November ini akan menambah jumlah kawasan untuk zona parkir. Dishub akan menambah jumlah zona parkir sebanyak empat kawasan.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Ir. Irvan Wahyudrajat dalam jumpa pers di kantor Dishub, Jumat (3/11/2017) pagi. Penambahan jumlah kawasan parkir zona ini selain untuk kelancaran arus lalu lintas di Surabaya.

Menurut pejabat lulusan ITS ini, parkir zona sudah diterapkan sejak Maret 2017 lalu dengan 10 kawasan. Setelah terus dilakukan pembenahan dan evaluasi, akhirnya mulai 6 November ini jumlahnya ditambah menjadi 14 kawasan.

Semakin banyaknya pengguna kendaraan pribadi di jalan raya mengharuskan Dishub untuk melakukan penataan di simpul simpul yang membuat arus lalu lintas tersendat. Parkir zona ini diharapkan menjadi salah satu solusinya.

Sebab kawasan parkir zona terbukti efisien dalam meningkatkan kelancaran lalu lintas dengan mengurangi intensitas parkir pada jalan-jalan yang padat.  Selain itu untuk mengalihkan tingginya tingkat potensi parkir di jalan tertentu ke jalan yang memiliki tingkat kepadatan yang lebih rendah.

“Kami telah melakukan evaluasi dan juga masukan dari jajaran samping maupun masyarakat dan media massa selama tujuh bulan ini, ada beberapa ruas jalan yang juga harusnya diterapkan parkir zona. karena itu, parkir zona kami perluas mulai bulan ini,” terang Irvan.

10 kawasan parkir zona yang diterapkan mulai Maret lalu, meliputi Jembatan Merah, Pasar Atom, Tugu Pahlawan, Keputran, Tunjungan, Blauran, Taman Bungkul, Kertajaya, Embong Malang, dan Balai Kota Surabaya.

Sedangkan yang terbaru empat kawasan yang akan dijadikan parkir zona masing masing di Mayjen Sungkono, Kebun Binatang Surabaya, Nginden, dan Rungkut. Total ada 97 ruas jalan.

“Di beberapa negara, parkir di jalan lebih mahal karena aspek fungsi jalan. Kami berharap parkir on the street nanti jadi off the street. Karena idealnya jalan dikembalikan sesuai fungsinya. Jangan melihat parkir ini hanya untuk mendapatkan PAD, tetapi juga instrumen pengendali lalu lintas,” jelas pejabat yang baru saja menunaikan ibadah haji ini.   

Parkir zona merupakan bentuk pelayanan jasa parkir dengan ditetapkan tarif parkir tersendiri untuk setiap zona atau kawasan tertentu. Hal ini merujuk pada Perda Kota Surabaya Nomor 1 Tahun 2004 Tentang Penyelenggaraan Perparkiran dan Retribusi Parkir di Pasal 1.

Untuk penetapan parkir zona, merujuk Perwali Surabaya Nomor 3 Tahun 2017 Tentang Pedoman Penetapan Parkir Zona di Kota Surabaya Pasal 2, pada ayat (1) disebutkan bahwa lokasi parkir zona ditetapkan pada tempat parkir di tepi jalan umum yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah.

Lokasi parkir zona sebagaimana dimaksud ayat (1) ditetapkan dengan keputusan kepala dinas. Dan keputusan kepala dinas sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus menyebutkan secara jelas nama jalan yang ditetapkan sebagai lokasi parkir zona daerah.  

Sementara untuk tarif parkir zona, sesuai Perda Kota Surabaya Nomor 1 Tahun 2004 tentang Penyelenggaraan Perparkiran dan Retribusi Parkir Pasal 30, disebutkan tarif untuk kendaraan berjenis truk gandeng/trailer sebeasar Rp 15 ribu, truk/bus dan sejenisnya Rp 10 ribu, truk mini dan sejenisnya sebesar Rp 7.500. Kemudian untuk mobil sedan, pick up dan sejenisnya sebesar Rp 5000, lalu sepeda motor dan sejenisnya Rp 2000 dan sepeda Rp 1000.

Ditambahkan Kepala UPT Parkir Dishub Surabaya, Trenggono, ada 15 ruas jalan yang termasuk dalam empat kawasan parkir zona yang baru. Yakni Jalan Mayjen Sungkono, Jalan HR Muhammad, Jalan Dr.Soeotomo, Jalan Indragiri, Jalan Ciliwung, Jalan Kutai, Jalan Adhityawarman, Jalan Ngagel Jaya Selatan, Jalan Nginden, Jalan Manyar, Jalan Prapen, Jalan Jemursari, Jalan Rungkut Kidul, Jalan Rungkut Industri Kidul dan Jalan Rungkut Lor.

“Juru parkir yang berjaga di kawasan parkir zona ini sama seperti  di parkir zona sebelumnya. Mereka dilengkapi tanda pengenal berupa seragam rompi serta harus menggunakan karcis parkir berwarna merah yang bertuliskan parkir zona,” jelas Trenggono.(SK1)

 
Copyright © 2017. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com