Komunitas Tangan Di Atas Gelar Workshop Business Model Canvas PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Kamis, 09 November 2017 16:04

Surabayakita.com - Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Surabaya mengadakan Workshop Business Model Canvas (BMC) di Surabaya. Sebanyak 30 peserta yang terdiri dari para pengusaha rintisan maupun yang sudah established mengikuti pelatihan ini sebagai bekal menghadapi persaingan dunia.

Dalam dunia bisnis, berjalan di tempat adalah sebuah awal dari terkikisnya masa depan bisnis. Untuk itu, jika ingin sukses dalam berbisnis, maka harus terus bergerak dan berinovasi.

BMC sendiri merupakan sebuah tools konseptual untuk membuat blue print bisnis. Membahas lebih dalam 9 blok agar memudahkan pemilik usaha membuat perencanaan bisnis yang tepat, sesuai segmen market dan dengan kondisi real usaha.

"Dengan menggunakan BMC, entrepreneur akan mempunyai panduan lebih tersturktur dan tidak membuang waktu dalam melakukan perencanaan bisnis seperti mengetahui ketepatan segmentasi pelanggan, memahami beragam jenis biaya dan cara bagaimana menjaga hubungan dengan pelanggan," kata Ketua TDA Kukuh Wira K, Kamis (9/11/2017).

Komunitas TDA Surabaya mengadakan kegiatan ini secara independen dan terbuka untuk umum. Pengisi acara yaitu Bimo T Prasetyo merupakan pemilik Bina Pandu Usaha yang berfokus pada konsultasi UMK dengan melakukan pendampingan dan pelatihan.

Output yang diharapkan dari mengikuti workshop ini adalah para pengusaha mampu memetakan kondisi usahanya dan mampu membuat strategi bisnis yang lebih dinamis dan kreatif untuk dapat diterapkan pada usaha yang mereka miliki dan bersaing serta bertahan di dalam bisnis era modern.

Komunitas TDA Surabaya adalah komunitas wirausaha/bisnis yang berdiri sejak tahun 2008. Komunitas TDA Surabaya telah memiliki sebanyak 1234 anggota yang terdaftar di milis dan sebanyak 879 anggota yang terdaftar di dalam database member.

Anggota komunitas TDA Surabaya terdiri dari berbagai jenis latar belakang usaha, mulai dari bisnis kuliner, manufaktur, jasa, retail, tekonologi dan informasi, handycraft, online shop dan masih banyak bidang bisnis lainnya.

Bukan hanya dari berbagai jenis dan latar belakang usaha saja, namun anggota komunitas TDA Surabaya juga terdiri dari beragam level bisnis (menurut omset), mulai dari Startup (0 – 49 juta pertahun) hingga level omset diatas 10 Milyar pertahun.
"Banyak juga member komunitas TDA Surabaya yang baru memulai bisnisnya, atau bahkan baru berniat memulai usaha sendiri," ujar Ria Saktia staf TDA. (SK1)

 
Copyright © 2017. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com