Tingkatkan Pembangunan Infrastruktur, Pemkot Sby Optimis Catat Investasi Rp 40 T PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Senin, 20 November 2017 20:23

Surabayakita.com - Surabaya masih menarik bagi para investor untuk menanamkan modalnya. Buktinya, pada tahun 2017 ini, Pemkot Surabaya hampir mencapai target untuk menarik investasi sebesar Rp. 40 Triliun.


Nilai investasi merupakan target yang dicanangkan Badan Koordinasi Pelayanan dan Penanaman Modal Daerah (KPPMD) Kota Surabaya tahun ini. Sampai bulan November ini target tersebut sudah terealisasi sebesar Rp. 37 Triliun.

Hal ini ditegaskan Kepala Badan Koordinasi Pelayanan dan Penanaman Modal Daerah (KPPMD) Kota Surabaya Eko Agus Supiadi, Senin (20/11/2017) pagi di sela kegiatan seminar "Memantapkan Fasilitas Pendukung City Logistik Guna Mewujudkan Surabaya Sebagai Kota Perdagangan dan Jasa Berkelas Dunia" 20/11 di Hotel JW Marriot.

"Kami optimis target tersebut akan tercapai. Sekarang kurang Rp 3 Miliar lagi sampai Desember mendatang. Bahkan kami optimis bisa melebihi target yang telah ditentukan," ujar Agus Supiadi.

Sedangkan untuk 2018, nilai investasi yang ditargetkan 6 - 10 persen lebih besar dari target tahun ini. Kisarannya mencapai Rp 45 Triliun. Kenapa targetnya ditambah dan seberapa optimis tercapai?

Melihat kondisi perekonomian saat ini, ditambah dengan perbaikan infrastruktur di kota Surabaya, penambahan target nilai investasi itu dinilai Agus Supiadi
optimis tercapai. Apalagi sektor jasa dan perdagangan masih cukup menjanjikan prospeknya.

"Pertumbuhan ekonomi sekarang dikisaran 6 persen dengan nilai inflasi yang rendah, itu menjadi alasan menaikkan target investasi kota Surabaya di tahun 2018" kata Eko.

Eko menambahkan kenaikkan Upah Minimum Kabupaten/kota (UMK) dipercaya tidak akan mempengaruhi investasi di Surabaya, karena pergerakan ekonomi di kota ini banyak dilakukan oleh sektor usaha padat modal bukan industri padat karya.

Sementara itu Asisten Sekota Bidang Perekonomian, M. Taswin mengatakan, Walikota Surabaya sudah mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk memudahkah masuknya investasi, diantaranya dengan memberikan kemudahan proses perijinan dengan berdirinya mall pelayanan publik.

Kebijakan lainnya adalah perbaikan infra struktur yang sudah terlihat progressnya dengan penambahan banyak jalan baru, berupa akses Timur Barat dan Utara Selatan.

 

"Program pembangunan kedepan yang menjadi prioritas pemkot Surabaya agar menarik investasi yaitu penataan transportasi dan penambahan jalan baru" kata M Taswin.

Pembangunan jalan baru yang segera selesai adalah Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) dan Jalan Lingkar Luar Timur (JLLT). Sedangkan disektor transportasi pembangunan trunk feeder dengan bus low dek sudah siap uji coba pada awal tahin 2018. Ditambah lagi rencana pembangunan trem akan menjadi akses utama masukknya investasi di Surabaya.

Menurut M.Taswin, dengan peningkatan pelayanan publik dan pembangunan infrastruktur ini akan meningkatkan kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di Surabaya. "Nantinya kami ingin Surabaya akan mendapat porsi lebih besar karena selama ini produk produk masih kalah dengan Jakarta. Makanya kami dorong adanya pembangunan pergudangan untuk mengalirkan produk di Indonesia Timur," ujarnya. (SK1)

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com