Komisi A Minta Pemetaan Rawan Bencana, Pemkot Libatkan Perguruan Tinggi PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Senin, 27 November 2017 21:44

Surabayakita.com - Pemkot Surabaya melalui Badan Penanggulangan Bencana dan Linmas akan menyiapkan warga agar bisa melakukan antisipasi atau tindakan bila sewaktu waktu ada bencana. Komisi A DPRD Surabaya meminta agar dalam penyusunan rencana itu Pemkot melibatkan berbagai kalangan.

Untuk membahas masalah ini, Senin (27/11/2017) siang, Komisi A mengundang hearing beberapa SKPD. Diantaranya Irvan Widyanto, AMP, S. Sos, M.H selaku Plt Badan Penanggulangan Bencana dan Linmas Kota Surabaya.

Pada kesempatan itu, Irvan Widyanto memaparkan bahwa pemerintah sekarang sedang menyusun roadmap peta bencana. "Walaupun masih manual, tapi program ini sedang dilakukan dan akan diintegrasikan dengan Bappeko sebagaimana arahan walikota," katanya.

Selain itu, pemerintah juga selalu gencar melakukan sosialisasi ke warga agar bisa terlibat dalam tanggap bencana seperti di sekolah-sekolah, ibu-ibu posyandu, dasawisma, dll.

Menanggapi hal ini Fatkur Rohman, anggota komisi A DPRD Surabaya dari Fraksi PKS, memberikan masukan sekaligus pertanyaan dengan harapan bisa menjadi bahan kajian di pemerintah kota.

"Saya mengapresiasi atas seluruh upaya pemerintah kota dalam sosialisasi tanggap bencana. Saya mengusulkan agar badan ini betul betul memanfaatkan teknologi informasi dalam hal mapping atau pemetaan potensi bencana sekaligus analisa Forecasting (Peramalan). Harapannya semua staf, alat atau program-program juga akan menyesuaikan," ujarnya.

Politisi kelahiran Bojonegoro itu juga mengatakan penyiapan SDM yang handal dengan kualifikasi khusus dan bersertifikat adalah keharusan. Untuk itu menurutnya mungkin Pemkot bisa berguru dengan mengirim tim ke negara negara yang memang terbukti handal dalam hal bencana atau membuat workshop dengan menghadirkan narasumber dari kalangan perguruan tinggi.

"Pemerintah juga wajib melibatkan lembaga swadaya masyarakat yang memang bergerak di bidang bencana, jika bisa dibuka kerjasama yang ujungnya akan meringankan kerja di pemerintah," ujarnya.

Sebenarnya, saat ini Pemkot Surabaya sudah memiliki peta potensi kerawanan itu. Misalnya rawan genangan, rawan pohon tumbang dan kebakaran. Selain itu sosialisasi juga sering dilakukan ke warga. (SK1)

 
Copyright © 2017. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com