Komisi A Bela Pedagang Botol Bongkaran, Minta Satpol PP Beri Toleransi PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Rabu, 06 Desember 2017 19:00

Surabayakita.com - Nasib 50 pedagang botol bekas di Jl. Bongkaran terancam dengan proyek pembangunan perluasan jalan. Komisi A DPRD Surabaya meminta agar Satpol PP memberikan toleransi kepada mereka.

Permintaan itu disampaikan ketika hearing masalah rencana penertiban Satpol PP kepada para pedagang botol bekas itu, Rabu  (6/12/2017). Alasan Komisi A minta agar para pedagang diberi toleransi karena ingin ada solusi tempat pengganti kepada mereka.

Menurut Budi Leksono anggota Komisi A asal FPDIP,  dirinya tetap akan mendukukung semua program Pemkot Surabaya demi perbaikannya di masa mendatang. Akan tetapi untuk masalah ini Pemkot diminta memberikan solusi.

Apalagi para pedagang ini sudah berjualan di tempat itu dalam kurun waktu yang lama. Selain itu, mereka menjadi tulang punggung ekonomi keluarganya dengan berjualan botol bekas.

“Pembangunan pelebaran jalan jangan sampai tidak memikirkan nasib dan masa depan para pedagang yang keberadaannya sudh bertahun-tahun bahkan telah menjadi salah satu ikon. Kami dukung program Pemkot,” ucap Budi Leksono.

Masih Bulek-sapaan akrab Budi Leksono, secara pribadi dirinya meminta kepada aparat Satpol-PP untuk mendengar sekaligus menampung aspirasi para pedagang botol bekas ini agar bisa kembali menjual barang dagangnnya.

“Mereka tidak muluk-muluk, hanya ingin bisa kembali berjualan, cukup dengan hanya mendisplay beberapa contoh dagangannya di lokasi itu, tetapi stok barang lainnya disimpan di tempat lain, yang penting tidak menyimpan apalagi menumpuk barangnya seperti sebelumnya,” harapnya.

Untuk diketahui, beberapa minggu lalu aparat Satpol-PP Kota Surabaya telah melakukan penertiban terhadap 50 pedagang botol bekas yang berjualan di Jalan Bongkaran Surabaya.

Penertiban dilakukan  karena keberadaanya dinilai telah melanggar Perda soal Tratibum dan menempati lokasi yang menjadi larangan.

Dampaknya dirasakan para pedagang karena kini mereka tak dapat penghasilan dari berjualan botol bekas di tempat tersebut. Para pedagang lantas mengadukan masalah ini kepada DPRD Surabaya agar mereka bisa berjualan lagi. (SK1)

 
Copyright © 2017. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com