Ribuan Warga Aceh 'Serbu' KRI Banda Aceh 593 PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Kamis, 07 Desember 2017 20:30

Surabayakita.com - Ribuan warga Kota Sabang dan Banda Aceh Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam sejak selasa pagi  menyerbu "Open Ship" salah satu unsur Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) KRI Banda Aceh 593. Kapal ini  bersandar di Pelabuhan Balohan, Sabang, Nanggroe Aceh Darussalam, Selasa (5/12/2017).

Warga terlihat sangat antusias melihat kapal perang KRI Banda Aceh 593 apalagi disambut hangat para personel TNI Angkatan Laut yang dengan ramah mempersilahkan warga naik ke atas kapal sambil melihat alat utama sistem persenjataan (Alutsista) pertahanan laut.

Selain melihat dari dekat alutsista persenjataan pertahanan laut milik TNI AL, warga juga diberi kesempatan melihat ruangan di dalam KRI Banda Aceh 593 serta bagian anjungan hellypad atau landasan untuk helikopter. Kesempatan tersebut langsung dimanfaatkan warga dengan berfoto atau "selfi" di atas KRI Banda Aceh 593.

"Ini kesempatan yang langka sehingga kami sekeluarga langsung ke Pelabuhan Balohan begitu mendengar ada KRI Banda Aceh 593 bersandar dan masyarakat diperbolehkan naik ke kapal," ujar seorang warga Sabang, saat berada di atas KRI Banda Aceh 593.

Sementara, Komandan KRI Banda Aceh 593 Letkol Laut (P) Whisnu Kusardianto mengatakan, "Open Ship" yang dimulai pada 3 sampai 5 Desember 2017 itu sebagai rangkaian kegiatan dalam rangka memeriahkan Sail Sabang 2017.

"Kegiatan 'Open Ship' adalah memberi kesempatan kepada masyarakat untuk naik ke atas kapal perang dengan tujuan mengenalkan kepada masyarakat tentang alutsista pertahanan laut milik TNI AL khususnya kepada masyarakat kota Sabang. Kegiatan itu akan dilaksanakan selama tiga hari, yakni mulai hari minggu sampai Selasa mulai pukul 08.00 hingga 17. 00 Wib," kata Komandan KRI Banda Aceh 593.

"KRI Banda Aceh 593 ini merupakan sejarah bagi masyarakat Nanggroe Aceh Darussalam karena kapal termodern jenis kapal perang 'Landing Platform Dock' (LPD) ini dinamakan seperti nama propinsi mereka. Tentu dengan 'Open Ship' ini akan menambah khasanah pengetahuan masyarakat NAD secara umum dan Kota Sabang khususnya tentang ke Angkatan Lautan dan kemaritiman," terangnya.

KRI Banda Aceh merupakan kapal perang berjenis "Landing Platform Dock" dengan ukuran panjang 125 meter dan lebar 22 meter.  Berat kapal ini mencapai 7.300 ton dan memiliki kecepatan maksimum 15 knot dengan memiliki daya angkut sebanyak 344 personel.

Kapal yang dikomandani oleh Letkol Laut (P) Whisnu Kusardianto itu juga mampu menampung tiga unit helikopter jenis MI-2 atau Bell 412, 2 unit LCVP, 3 unit meriam Howitzer dan 20 Tank. "Untuk persenjataan perang, kapal ini dilengkapi meriam kaliber 20 mili meter dan 40 milimeter," ucapnya.

Open ship ini merupakan momentum penting untuk memperlihatkan peningkatan kemampuan dan modernisasi Alutsista TNI Angkatan Laut, sehingga menjadi kebanggaan tersendiri bagi pemerintah dan masyarakat Kota Sabang khususnya dan Nanggroe Aceh Darussalam umumnya yang juga memiliki memiliki Pangkalan TNI AL Sabang.(SK2)

Keterangan foto : Masyarakat Kota Sabang antusias mengikuti Open Ship KRI Banda Aceh 593 yang sandar di Pelabuhan Balohan, Sabang, Nanggroe Aceh Darussalam.

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com