Ery Cahyadi : Masjid As - Sakinah Akan Selesai Akhir 2018 PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Senin, 11 Desember 2017 20:19

Surabayakita.com - Pemkot Surabaya akan membangun Masjid As-Sakinah dengan lokasi menempati area lama sebelum dirobohkan di samping kantor Setwan DPRD Surabaya. Masjid itu akan dibangun lebih besar dan megah dengan dukungan para ulama Surabaya.


Dengan pilihan lokasi tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya, mengakui  tidak ada masalah lagi.

Apalagi rencananya masjid yang berada di area Balai Pemuda itu akan dibangun lebih besar dan menampung jumlah jamaah lebih banyak. Menurut Sekretaris Umum MUI Jatim, Ainul Yaqin, pihaknya mendukung rencana Pemkot Surabaya untuk membangun masjid di tempat awal.

Terpenting masjid itu akan dibangun dengan tidak bercampur dengan gedung perkantoran lainnya.  “Yang direncanakan pemkot sudah sesuai dengan apa yang dikehendaki syariat. Bahwa bangunan masjid adalah tanah waqaf yang tidak boleh ditukar fungsikan untuk yang lain. Entry poinnya di sana. Kami sangat mendukung, dengan harapan masjid yang dibangun lebih baik dan lebih luas,” jelas Ainul Yaqin dalam jumpa pers di kantor Bagian Humas Pemkot Surabaya, Senin (11/12/2017).

Hal senada disampaikan Ketua PCNU Kota Surabaya, Muhibbin Zuhri. Menurutnya untuk membangun masjid baru yang lebih besar, maka membongkar masjid yang lama adalah keniscayaan.

Yang terpenting, sambung Muhibbin, pemkot menyediakan lokasi dan fasilitas yang memadai agar aktivitas ibadah tetap bisa dilakukan di lokasi tersebut. “Ini penting agar aktivitas seperti ibadah sholat jumat yang selama ini dilaksanakan di masjid yang dibongkar, dapat tetap dilaksanakan di lokasi yang telah disediakan selama proses pembangunan,” jelas Muhibbin.  

Sedangkan Ibrahim selaku Wakil Ketua PDM Surabaya, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkunjung ke Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini untuk menyampaikan sikap dari PDM Muhammadiyah terkait masjid As-Sakinah.

Beberapa poin tersebut, jelas Ibrahim, diantaranya bahwa pembangunan masjid di lingkungan tersebut, hendaknya menjadi ruang bagi publik. Bukan hanya untuk dewan saja agar syiarnya lebih menggema.

Kedua, masjid dibangun kembali lebih luas dan megah agar menampung jamaah lebih banyak. “Serta ada tempat dan fasilitas pengganti sholat yang memenuhi syarat. Bila memang memenuhi syarat-syarat tersebut, kami sepakat,” ujar Ibrahim.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Tata Ruang Kota Surabaya, Ery Cahyadi menyampaikan, dalam proses pembangunan masjid As-Sakinah, pemkot mendengar masukan dari para alim ulama. “Dalam membangun masjid, pemkot hanya mendengarkan apa yang disampaikan oleh para alim ulama,” ujar Ery Cahyadi.

Dalam jumpa pers tersebut, Ery juga menyampaikan masjid As-Sakinah akan dibangun lebih besar sembari memperlihatkan gambar desain masjid tersebut. Ery menyebut luasan bangunannya 15x24 meter dan anggarannya jadi satu dengan renovasi pembangunan gedung dewan. “Pembangunan masjid baru ini ditargetkan selesai pada Desember 2018,” sambung Ery.(SK1)

 

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com