Hemat Rp 50 M, PDAM Sby Raup Deviden Rp 115 M Tahun 2017 PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Kamis, 14 Desember 2017 20:40

Surabayakita.com - Selama setengah tahun ini, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada Surabaya berhasil menekan biaya operasional sebesar Rp 50 miliar. Efisiensi ini membuat BUMD milik Pemkot Surabaya ini berhasil mencapai target deviden Tahun 2017 sebesar Rp 115 miliar.


Hal ini disampaikan Ir. Mujiaman Sukirno, Dirut PDAM Surya Sembada Surabaya, Kamis (14/12/2017) siang, kepada wartawan di acara Press Gathering di Umbulan, Winongan, Pasuruan.

Total pendapatan yang diraup PDAM tahun ini sebesar Rp 780 miliar. Namun deviden yang disetor ke kas Pemkot Surabaya sebesar Rp 115 miliar sesuai target yang dibebankan kepada direksi PDAM.

Apa saja pos anggaran yang berhasil ditekan? Mujiaman mengatakan banyak kegiatan yang dianggap tidak perlu dikepras sehingga mengurangi beban biaya operasional. Salah satunya, biaya untuk pengadaan bahan kimia.

"Kami tekan biaya operasional sampai Rp 50 miliar. Salah satunya operasional bahan kimia injeksi. Kalau dulu teman teman melakukan injeksi itu di ruang terbuka namun setelah saya evaluasi itu bisa membuat bahan kimia menjadi boros. Sebab bahan yang dipakai injeksi itu mudah menguap. Sekarang kami buatkan ruangan tertutup sehingga penggunaan bahan kimia berhasil kami hemat," ujar Mujiaman yang menerima SK Walikota menjadi Dirut PDAM sejak 16 Juni 2017.

Tak hanya berhasil melakukan efisiensi, direksi baru PDAM juga berhasil menutup semua tanggungan tunggakan perusahaan. Selain melunasi tunggakan utang jangka panjang juga melunasi semua kewajiban tanggungan kepada rekanan dan pihak lainnya.

Menurut Mujiaman pinjaman jangka panjang perusahaan sebesar Rp 400 miliar sudah dilunasi sejak Juli 2017. Selain itu semua tanggungan yang masih belum terbayar dilakukan pelunasan apabila dokumen yang diperlukan dianggap lengkap.

"Utang jangka panjang sudah kami lunasi Juli 2017. Sekarang utang sudah lunas semua. Nol rupiah. Untuk tanggungan pembayaran kepada pihak ketiga yang masih terpending sejak 2016 saya minta dilunasi semua. Saya ingin memikirkan masa yang akan datang bukan masa lalu," ujar Mujiaman tegas.

Terkait dengan bisnis plan 2018, Mujiaman mengatakan PDAM akan memburu target untuk menuntaskan penyediaan air bersih kepada para pelanggan yang selama ini belum kebagian air secara optimal. Dari 550 ribu pelanggan, sekitar 127 ribu atau 20 persennya saat ini masih belum mendapat jatah air meski sudah tersambung jaringan pipa.

Kapasitas produksi air bersih PDAM yang sebelumnya 9.900 liter perdetik berhasil ditingkat menjadi 11.000 liter perdetik. Tahun 2018 akan ditingkatkan lagi menjadi 12.000 liter perdetik.

Upaya mewujudkan Zero TDA (Tidak Dapat Air) tersebut, PDAM akan membangun reservoar dan pompa distribusi. Reservoar yang ada saat ini merupakan peninggalan Belanda sehingga tidak mencukupi lagi untuk distribusi air mengingat perkembangan wilayah dan jumlah pelanggan.

"Dulu mungkin reservoar yang ada sesuai dengan jumlah pelanggan dan wilayah cakupan saat itu. Kondisi saat ini mengharuskan kami untuk membangun reservoar baru di tengah kota. Dengan reservoar baru nanti bisa menampung air sebanyak 38 ribu meter kubik. Dari reservoar ini kami tarik lagi dengan pompa boster menuju rumah pelanggan," urai Mujiaman.

Selain itu dalam waktu dekat ini PDAM akan mewujudkan mimpinya membuat Zona Air Minum (ZAM) di Ngagel Tirto. Proyek ini merupakan life laboratorium untuk membuat air minum langsung bisa diminum layaknya di negara negara yang sudah maju, tak perlu dimasak lagi karena sudah higienis.

"Kami ingin merubah paradigma dari sekedar produksi air hanya untuk mandi menjadi air minum. Karenanya kami akan buat trial di kawasan Ngagel Tirto dulu sebelum dilaunching untuk seluruh Surabaya. Kami akan libatkan semua kalangan mulai perguruan tinggi sampai MUI," kata Mujiaman.

Sementara itu sejak 11 Desember lalu PDAM juga melakukan reformasi sistem baca meter air. Kalau dulu baca meter air ini ditangani pihak ketiga, kini diambil alih oleh PDAM.  Hasilnya, ada peningkatan kinerja divisi baca meter ini dari 21 ribu pelanggan tiap harinya menjadi 26 ribu pelanggan.

Menurut Direktur Operasional PDAM, Ir. Dody Soedarjono, perubahan ini menjadi bagian peningkatan pelayanan kepada para pelanggan. Pembacaan meter yang akurat akan menguatkan kepercayaan dan kepuasan pelanggan.

"Petugas baca meter dari pihak ketiga kini sudah bergabung menjadi bagian karyawan PDAM. Untuk baca meter yang akurat, para petugas kami bekali HP android dan memfoto semua angka di meter air sekaligus rumah pelanggan. Data yang terekam kemudian tersambung dengan pusat data di PDAM untuk diproses tagihan rekening bulanannya," kata Dody. (SK1)

Video Ir. Mujiaman Sukirno :

 

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com