Setelah Sempat Terhenti, Pembongkaran Masjid As-Sakinah Dilanjutkan Lagi PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Jumat, 22 Desember 2017 20:19

Surabayakita.com – Pemkot Surabaya melanjutkan proses pembangunan masjid As-Sakinah DPRD Surabaya. Mengawali proyek tersebut, masjid lama yang ada di samping kantor Sekretariat DPRD Surabaya mulai dibongkar lagi.

Sebelumnya proses pembongkaran masjid ini sempat terhenti. Namun setelah dilakukan sosialisasi melibatkan sejumlah elemen akhirnya proses pembangunan berhasil dilanjutkan kembali.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya Kota Surabaya, Ery Cahyadi nampak hadir di lokasi masjid yang akan dibongkar, Jumat (22/12/2017). Rencananya masjid As-Sakinah ditarget selesai pada Desember 2018.

Pejabat muda ini mengatakan agar selama proses pembongkaran tidak menimbulkan polusi debu, di sekeliling proyek akan dipasangi pagar seng. Tujuannya agar debu debu tidak beterbangan ke mana mana. "Ini agar tidak mengganggu aktivitas di sekitar proyek. Karena debu debu beterbangan," ujar Ery.

Rencananya, proses pembongkaran masjid lama akan dilanjutkan lagi pada Sabtu ini.Selain masjid, yang akan dilakukan pembongkaran adalah gedung Dewan Kesenian Surabaya (DKS).

Sedangkan  untuk pembangunan gedung dewan yang baru, Ery mengestimasi masih mencukupi waktunya kendati hanya berselang setahun. Pasalnya, gedung tersebut struktur bangunannya sederhana.

"Meski bangunan itu seakan-akan tujuh lantai tapi kan bangunan itu tipikal, kerjakannya satu kali ngecornya tujuh lantai," paparnya.

Pembongkaran bangunan Masjid As-Sakinah dan bangunan DKS dikawal sejumlah pemuda Anshor dan Muhammadiyah. Sejak siang hingga Sore hari mereka berada di sekitar lokasi pembongkaran. Di beberapa sudut area, Ansor memasang atribut dan spanduknya.

Kapala Bidang Bangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya, Mohammad Taufik Siswanto, menambahkan setelah pembongkaran sejumlah tiang masjid dan beberapa bangunan akan dilanjutkan dengan pembangunan pondasi Masjid.

"Karena ukurannya lebih besar, maka  harus membongkar ruangan DKS yang ada di sebelahnya. Luasan masjid 17 x 27 meter,” terangnya.

Ia menambahkan,  untuk gedung DPRD yang baru, luasnnya 24 x 24 meter. Hanya saja, luasannya terpangkas di sisi belakangnya 8 x 8 meter. Taufik mengatakan setelah pembongkaran bangunna masjid akan dilanjutkan dengan pembongkaan gedung sekretariat DPRD yang akan direhab untuk gedung baru.

"Setelah sekretariat (dewan) dipindah, pembongkaran dilakukan. Rencananya awal Januari," katanya

Taufik optimis pembangunan masjid As-Sakinah dan gedung dewan tuntas akhir 2018. Meski rencana pembangunannya molor sekitar dua bulan akibat polemik sebelumnya. Ia menerangkan, gedung dewan yang baru, jika sebelumnya direncanakan 8 lantai menjadi 7 lantai. Pengurangan jumlah lantai gedung dewan dilakukan setelah bangunan masjid dipisah.

Pembangunan masjid As-Sakinah dan gedung DPRD yang baru menelan anggaran sekitar Rp. 55 M. Di gedung dewan yang baru akan ada ruang fraksi, komisi, ruang rapat dengan konstituen, kemudian perpustakaan dan ruang masing-masing anggota dewan.

“Bentuknya nanti los dulu , baru dipisah untuk tiap anggota,” ujar Taufik

Ia mengaku, arsitektur gedung dewan akan menyesuaikan dengan bangunan yang ada saat ini. Sementara, untuk Masjid Assakinah, desainnya sudah mendapat persetujuan kalangan ulama, dengan empat menara di bagian atasnya.

Sementara, Sekretaris DPRD Surabaya, Hadi Siswanto Anwar mengakui, dengan adanya rencana pembongkaran sebagian gedung Sekretariat DPRD yang berada di sisi belakang untuk dijadikan gedung dewan yang baru, ditindaklanjuti dengan pemindahan perlengkapan yang ada. Menurutnya, sekretariat DPRD diberi waktu pengosongan ruangan hingga 30 Desember 2017.(SK1)

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com