Surabaya Punya Bus Kota Baru Dan Canggih, Penumpang Dijamin Nyaman PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Jumat, 29 Desember 2017 17:47

Surabayakita.com - Tidak lama lagi masyarakat bisa menggunakan jasa angkutan umum bus kota baru milik Pemkot Surabaya. Berbeda dengan bus kota yang biasa berseliweran di jalan raya sebelumnya, bus kota ini untuk sementara hanya akan melayani rute Purabaya - Joyoboyo.


Nama yang diberikan untuk armada bus kota ini cukup familiar dan mudah dikenali, Suroboyo Bus. Fasilitas yang ada di dalam bus nampak luks sehingga akan membuat nyaman para penumpang.

Untuk melangkah naik ke dalam bus pun tak perlu susah. Karena tinggal mengayunkan kaki dan tidak perlu menguras banyak tenaga lantaran dek pintu bus sejajar dengan ketinggian pedestrian.

Walikota Surabaya Tri Rismaharini bersama Kadishub Irvan Wahyudrajat, Kabag Humas M Fikser dan beberapa pejabat lainnya "nganyari" Suroboyo bus ini, Jumat (29/12/2017) pagi. Mereka naik bus kota dari Taman Surya menuju Jembatan Suroboyo di Kenjeran.

Selain nyaman, bus ini juga sangat ramah bagi penyandang disabilitas. Ada tombol khusus dekat pintu masuk yang jika dipencet, asisten pengemudi bus akan membantu penyandang disabilitas masuk ke bus. Pada bagian bawah pintu masuk, terdapat tuas yang jika ditarik dapat dilewati oleh kursi roda.

Desain luar body bus dibuat semenarik mungkin sehingga akan sedap dipandang mata orang yang memandangnya. Selain itu ada  logo digital campaign Bangga Surabaya, membuat bus ini terlihat berbeda dibanding bus-bus lainnya.

Yang menarik warna kursi penumpang dibuat berbeda antara deretan depan dan belakang. Warna merah muda sengaja untuk kursi deretan depan yang dikhususkan untuk para penumpang wanita.

Sedangkan untuk penumpang pria disediakan deretan belakang kursi berwarna oranye. Penumpang wanita dan pria sengaja dipisahkan untuk mengantisipasi terjadinya resiko yang tak diinginkan seperti pelecehan seksual.

“Total kapasitas penumpang Suroboyo Bus adalah 67 orang. Rinciannya, 41 tempat duduk dan 26 area standing (berdiri). Tentunya, dilengkapi dengan handle untuk pegangan penumpang,” kata Irvan Wahyudrajad.

Untuk antisipasi lainnya, bus ini dilengkapi 9 CCTV di setiap sudut pada bagian dalam bus dan 3 kamera pada bagian luar. Keberadaan kamera-kamera ini untuk memberikan rasa aman bagi para penumpang.

Di samping itu, pintu bus juga dilengkapi sensor, sehingga bila ada penumpang yang menghalangi, pintu tidak akan tertutup. Selama pintu belum tertutup, bus tidak dapat berjalan.

Untuk keadaan darurat, bus berukuran lebar 2,4 meter dan panjang 12 meter tersebut sudah dilengkapi dengan sistem panic button. Bila ada kondisi kebakaran atau kecelakaan, pengemudi bus dapat menekan tombol tersebut, maka alarm akan berbunyi dan pintu bus akan terbuka otomatis.

"Sekarang yang baru datang sebanyak 8 unit bus, tapi rencananya tahun 2018 ada tambahan 10 bus lagi. Minimal bus bus ini akan melayani rute Purabaya - Joyoboyo tapi melihat sikon juga, kalau memungkinkan bisa diperpanjang rutenya sampai Jembatan Merah," tambah Irvan Wahyudrajat.

Untuk tarif bus mengikuti tarif yang diberlakukan Damri sebesar Rp.5.000 untuk sekali naik. Khusus untuk pelajar tarifnya lebih murah hanya Rp 1.000 sekali jalan. Ongkos naik bus ini tidak menggunakan uang kontan melainkan e-money atau e-payment.

Wali Kota Tri Rismaharini nampak antusias selama perjalanan. Bahkan sempat memberikan masukan kepada Kadishub kalau akan membangun halte.

“Kamu kalau bikin halte, harus sepanjang bus ini. Agar penumpang yang masuk dari pintu depan dan belakang semuanya terakomodir,” kata Risma -sapaan Tri Rismaharini- .

Menurut Risma, Suroboyo Bus diproyeksikan menjadi trunk atau angkutan pendukung angkutan massal cepat (AMC) trem dan LRT. Sementara pengoperasiannya direncanakan mulai awal 2018.

Yang menggembirakan, bus ini terintegrasi dengan SITS. Sehingga ketika melewati lampu traffic light lampu secara otomastis akan menyala hijau. (SK1)

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com