BPKPD Tingkatkan Pelayanan, Pajak 2017 Tercapai Rp 3,5 T Dan Retribusi Tembus Rp 559 M PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Sabtu, 30 Desember 2017 15:11

Surabayakita.com - Jelang pergantian tahun,  perolehan realisasi pajak dan retribusi  tahun 2017 sudah melampaui target . Sampai dengan Jumat (29/12/2017) malam, target pajak daerah sudah terealisasi sebesar 109 persen.  Sedangkan target  retribusi daerah tercapai  142 persen.

Perolehan pajak daerah tahun 2017 ini dipatok sebesar Rp 3,2 triliun sedangkan retribusi daerah ditarget sebesar Rp 392 miliar. Dari data perolehan yang masuk ke Badan Pengelola Keuangan dan Pajak Daerah (BPKPD) Kota Surabaya, pajak daerah sudah tercapai Rp 3,5 triliun. Sedangkan retribusi daerah tercapai Rp 559 miliar.

Penambahan pundi pundi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak ini karena semua jenis pajak targetnya tercapai.  Pajak reklame dari target  Rp 130 miliar tercapai Rp 131,2 miliar, pajak PJU target Rp 361 miliar sudah tercapai  Rp 386 miliar dan pajak  hotel dari target Rp 222 miliar kini sudah terlampaui  Rp 233 miliar.

Selain itu pajak restoran yang targetnya ditetapkan Rp 366 miliar sudah terealisasi  Rp 386 miliar, pajak parkir dari Rp 66 miliar tercapai Rp 74 miliar, PBB dari target Rp 967 miliar tercapai Rp 1,008 triliun dan BPHTB dari target Rp 1,087 triliun kini sudah masuk sebesar Rp 1,251 triliun.

Menurut Yusron Sumartono , Kepala BPKPD Kota Surabaya ditemui usai mengikuti pengarahan walikota di Graha Sawunggaling , Sabtu (30/12/2017) pagi, mengatakan kunci keberhasilan pencapaian target perolehan PAD ini ada di pelayanan kepada masyarakat.

“Kami perbaiki pelayanan kepada para wajib pajak saat membayar pajak. Tidak boleh lagi ada kesan bayar pajak sulit. Selain itu kami tidak membolehkan ada uang titipan kepada petugas. Semua pembayaran langsung ke bank,” ujar Yusron.

Selain itu BPKPD Kota Surabaya  juga terus melakukan perbaikan sistem yang dipakai untuk pelayanan kepada para wajib pajak. Tujuannya agar mereka dimudahkan saat akan membayar pajaknya di Pemkot Surabaya.

Salah satu yang terus dikembangkan pada 2018 adalah penerapan pajak online meskipun belum semua pajak bisa diterapkan online.  Dengan online maka para wajib pajak akan makin mudah mengakses layanan yang ada.

“Kami sempurnakan sistem yang ada dengan mempermudah layanan. Namanya aplikasi itu akan berkembang terus dari waktu ke waktu,” ujarnya.

Pada tahun 2018, beberapa pajak sudah memakai sistem online seperti pajak restoran, pajak hotel, pajak hiburan dan PBB.  Sedangkan beberapa bank yang sudah digandeng sebagai mitra pembayaran pajak adalah Bank Jatim, Bank Mandiri dan BNI 46.

Tahun depan target perolehan PAD Surabaya sebesar Rp 3,5 triliun. Ada peningkatan sebesar Rp 300 miliar dari target tahun ini. (SK1)

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com