Gelar Refleksi, Walikota : Ini Zaman Now, Pejabat Harus Berani Hadapi Resiko PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Sabtu, 30 Desember 2017 18:22

Surabayakita.com - Walikota Surabaya Tri Rismaharini menggelar refleksi akhir tahun 2017, Sabtu (30/12/2017) di Graha Sawunggaling Lantai 6 Kantor Pemkot Surabaya. Kegiatan ini diikuti para Kepala Dinas, Kepala Badan, Para Asisten, Kepala Bagian, Camat, Kepala UPTD dan lurah.


Pada kesempatan itu walikota berpesan agar semua pejabat Pemkot Surabaya tidak melakukan perbuatan melanggar hukum yang pada akhirnya membawa dampak negatif pada dirinya sendiri. Hal ini mengacu pada kasus terjeratnya seorang lurah melalui operasi tangkap tangan (OTT) beberapa waktu lalu. Lurah ini sudah mendapat sanksi diberhentikan dari PNS sejak 27 Desember lalu.

"Saya selalu mengingatkan jangan melakukan perbuatan melanggar hukum. Untuk para camat tolong ini disampaikan kepada semua stafnya. Ini sudah cukup jangan diulangi lagi. Jangan sekali kali dibiasakan seperti zaman dulu, ini zaman now beda dengan dulu," ujar Tri Rismaharini.

Menurut mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan ini, kalau sudah terkena masalah baru akan terasa. Apalagi kalau diharuskan mengembalikan kerugian negara yang timbul maka akan terasa sangat berat.

Risma minta kepada semua stafnya untuk menanyakan semua hal yang tidak diketahuinya dalam menjalankan tugas. Sebab lebih baik bertanya daripada terkena masalah di kemudian hari.

"Kalau ada masalah sampaikan ke pak Sekda. Jangan malu bertanya, tidak apa apa kita ini manusia tidak semua tahu. Wong nanya gak bayar aja loh. Saya tidak ingin teman teman kena masalah. Ingat meski tidak salah, diperiksa itu gak enak loh apalagi punya salah," kata walikota tegas.

Yang menarik walikota yang berangkat dari PDIP ini minta agar semua kepala SKPD berani mengambil resiko tugas yang dihadapinya. Sebab selama ini Risma menangkap kesan semua beban bila ada persoalan dilimpahkan kepadanya.

"Kalau tidak bisa menghadapi masalah silahkan mundur saja, saya tidak apa apa. Kalau sudah diberikan kewenangan maka harus berani menanggung resikonya , jangan kemudian lari," ujar Risma.

Selain itu kepada camat dan lurah diminta untuk melakukan operasi yustisi pada awal tahun baru. Yustisi kependudukan diminta dilakukan di tempat kost di dekat mall atau pasar modern, kawasan bantaran sungai dan rel kereta api.

Menjelang malam pergantian tahun, camat dan lurah juga diminta membantu tugas Polrestabes untuk mencegah remaja menggunakan knalpot bronx. Hal ini agar perayaan malam pergantian tahun di jalan raya berlangsung tertib.

"Saya minta semuanya membantu mengecek di bengkel bengkel untuk mencegah pemakaian knalpot bronx ini. Lakukan sweeping untuk itu," ujarnya.

Pemkot Surabaya sendiri tidak menggelar kegiatan merayakan malam pergantian tahun. Tidak ada tiup terompet bersama Muspida atau menyalakan kembang api seperti dulu. Sebab malam pergantian tahun menurut walikota artinya sama dengan malam malam yang lain, bukan sesuatu yang istimewa. (SK1)

 

Berita Video Refleksi Akhir Tahun 2017 :

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com