Rektor Unusa Canangkan Semua Prodi Terakreditasi B PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Rabu, 03 Januari 2018 11:24

Surabayakita.com - Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) pada tahun 2018 menargetkan semua program studi (prodi) memiliki akreditasi B. Tekad itu disampaikan Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng, Rabu (3/1/2018) pagi.

Saat ini di usia Unusa yang baru lima tahun, separuh dari 16 prodi yang ada di Unusa sudah mengantongi akreditasi B. Terakhir di penghujung tahun lalu satu prodi mengantongi akreditasi B yakni Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).

Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng mengatakan 2017 memang target meningkatkan akreditasi baik lembaga maupun prodi. “Alhamdulillah lembaga sudah akreditasi B dan hampir separuh prodi juga akreditasi B. 2018 yang belum reakreditasi akan kita lakukan sehingga semua prodi Unusa minimal sudah akreditasi  B,” ujar Jazidie.

Menurutnya, peningkatan akreditasi ini adalah sebuah tanggung jawab Unusa kepada masyarakat terutama pada para orang tua mahasiswa yang sudah mempercayakan anak-anaknya menempuh pendidikan perguruan tinggi di Unusa.

Karena itu, para dosen dan karyawan Unusa bahu membahu untuk mewujudkan reakreditasi prodi-prodi Unusa satu persatu.

Di awal 2018 ini, ada beberapa prodi yang akan dilakukan reakreditasi. Di antaranya Analisis Kesehatan, Manajemen, Pendidikan Guru (PG) PAUD, Pendidikan Dokter dan lainnya. Sementara untuk Bahasa Inggris dan K3 masih tahun depan akan dilakukan reakreditasi.

Diakui Jazidie, proses reakreditasi yang begitu cepat dalam satu tahun sebelumnya karena didukung semua dosen dan karyawan Unusa yang 70 persennya adalah wanita. Mereka memiliki semangat dan kesadaran untuk mewujudkan target yang harus dicapai itu.

Selain akreditasi, pada 2018 ini, dikatakan Prof. Jazidie, Unusa sebisa mungkin dengan sekuat tenaga akan menjadi miniatur berkumpulnya kebaikan. Unusa ingin bisa menjadi pencerah, pemerkaya dan inspirasi bagi banyak orang.

Karenanya di tahun ini, Unusa ingin lebih bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Unusa ingin memiliki desa binaan, baik di sekitar kampus maupun di pesantren.

Seperti diketahui, Unusa walau tidak memiliki jurusan atau program studi agama, namun sebagai lembaga pendidikan Nahdlatul Ulama (NU), Unusa juga memiliki kedekatan dengan pondok pesantren melalui pos kesehatan pesantren (poskestren).

“Kita lebih fokus pada dunia kesehatan, yang bisa kita berikan adalah sharing tentang kesehatan di pondok pesantren melalui program itu. Kita hanya ingin sharing apa yang kita miliki agar bermanfaat bagi semua umat,” jelas Jazidie. (SK2)

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com