Tahun 2018, 20 Kamera CCTV Mengintai Pelanggaran Lalu Lintas PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Rabu, 03 Januari 2018 21:05

Surabayakita.com - Kamera Closed Circuit Television (CCTV) terbukti sangat ampuh menurunkan angka pelanggaran lalu lintas. Karenanya Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya akan menambah jumlah CCTV menjadi 20.

Penempatan CCTV di tempat tempat strategis di perempatan jalan menggunakan tiang lampu traffic light (TL), sangat efektif membuat jera para pengguna jalan yang biasa melanggar.

Hal ini bisa dilihat dari data yang ada di Satlantas Polresta Surabaya. Sebelum ada kamera CCTV, jumlah pelanggaran garis/marka jalan bisa tembus 400 lebih pelanggaran selama sehari. Kini jumlah itu menyusut menjadi 100 an pelanggaran.

Karena dianggap sangat mujarab menurunkan angka pelanggaran, Dishub akan menambah jumlah CCTV itu sebanyak 15 buah pada pada tahun 2018 ini. Sebelumnya Dishub sudah memasang 5 CCTV di beberapa tempat.

Kepala Dishub Surabaya, Ir. Irvan Wahyudrajat mengatakan penggunaan kamera ini bertujuan untuk memudahkan pemantauan kepadatan lalu lintas. Dengan pemantauan di ratusan lokasi berbeda se Surabaya maka kondisi lalu lintas di jalan jalan itu bisa diawasi sekaligus dilakukan tindakan dengan cepat apabila terjadi sesuatu.

Dishub Surabaya sebelumnya sudah memasang CCTV di kawasan Kebun Binatang Surabaya (KBS), Jalan Dharmawangsa dan Jalan Prof Dr Moestopo. Pemasangan CCTV ini ternyata bisa menjadi shock terapy bagi pengendara yang biasa 'nyerobot' ketika lampu TL menyala merah.

Kebiasaan lama itu kini sudah mulai tereduksi. Sebab meski tidak ada polisi yang berjaga di tempat itu, sebagian pengendara sudah menyadari adanya kamera kamera CCTV ini.

Dari rekaman video CCTV yang ada di database Dishub di SITS Bratang, pelanggaran di lampu 'stopan' itu sangat mudah terlihat. Tak hanya jenis kendaraannya tetapi juga nomor polisi kendaraannya sehingga mudah melacak siapa pemiliknya.

Dengan bukti pelanggaran rekaman gambar itu, polisi lantas mengirimkan surat tilang ke rumah rumah pemilik kendaraan. Cara ini memang efektif dan telah diterapkan di negara negara maju.

"Pemilihan lokasi penempatan CCTV di simpang jalan karena banyak penggendara yang tidak sabar berkendara dengan menerobos traffic light. Pengendara yang tidak mau antre nekad menerobos lampu merah. Ini sangat membahayakan dirinya sendiri maupun orang lain," kata Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Surabaya Robben Rico.

Di sisi lain, Komisi C DPRD Surabaya sendiri mendukung penambahan CCTV ini. M Machmud anggota komisi C saat hearing masalah ini beberapa waktu lalu mengatakan kalau untuk meningkatkan ketertiban berlalu lintas, Dishub dipersilahkan menambah jumlah CCTV.

"Saya dukung, karena terbukti efektif untuk memberi edukasi kepada para pengguna jalan. Adanya CCTV ini juga memudahkan polisi untuk melakukan proses penindakan pelanggaran karena terekam kamera," ujar Machmud.(SK1)

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com