ITS Sangkal Ada Dosen Jadi Calo SNMPTN & SBMPTN PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Selasa, 16 Januari 2018 21:39

Surabayakita.com - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya membantah adanya dosen yang bisa membantu meloloskan menjadi mahasiswa baru melalui jalur SNMPTN & SBMPTN. ITS juga membantah Dr Setyadi Widyawawan ST MT sebagai dosennya.

Sebelumnya di media sosial tersiar edaran tentang seminar nasional kiat sukses menembus SNMPTN & SBMPTN dengan menghadirkan narasumber bernama Dr Setyadi Widyawawan ST MT.

Terkait hal tersebut, ITS menegaskan bahwa yang bersangkutan tidak pernah tercatat sebagai dosen di lingkungan ITS. Hal ini ditegaskan Wakil Rektor III ITS, Prof Ir Arif Djunaidy MSc PhD.

Setelah ditelusuri di database kepegawaian tidak ditemukan sama sekali adanya data yang menunjukkan bahwa yang bersangkutan tersebut adalah dosen di lingkungan kampus ITS.

“Sudah kita cari di database, ternyata Dr Setyadi Widyawawan ST MT tidak tercatat sebagai dosen di ITS baik itu sebagai dosen tetap PNS, dosen tetap non PNS, maupun sebagai dosen luar biasa atau dosen tamu,” jelas wakil rektor yang membidangi SDM, Organisasi dan Teknologi Sistem Informasi tersebut.

Bahkan, lanjut Arif, penelusuran tidak hanya dilakukan di database kepegawaian ITS. Namun juga dilakukan penelusuran di database alumni ITS. “Di database alumni pun ternyata juga tidak ditemukan datanya pernah kuliah di ITS,” ujarnya.

Selain mengaku sebagai dosen ITS, dalam flyer yang diedarkan tesebut, juga menyebutkan yang bersangkutan sebagai panitia SNMPTN 2017 untuk pengolahan data primer dan juga sebagai manajer akademik lembaga bimbingan belajar Primagama di Jogjakarta.

“Di kepanitiaan pusat SNMPTN & SBMPTN pun tidak nama yang bersangkutan tercatat sebagai anggota panitia,” tutur Arif yang kebetulan juga didapuk sebagai panitia SNMPTN & SBMPTN 2018.

Apalagi, menurut Arif, di susunan kepanitiaan SNMPTN & SBMPTN tidak pernah ada bagian yang melakukan pengolahan data primer seperti yang disebutkan oleh oknum yang bersangkutan tersebut. “Tidak pernah ada bagian pengolahan data primer seperti itu di panitia SNMPTN & SBMPTN,” tukasnya.

Aksi yang dilakukan oknum ini diperkirakan sudah berlangsung selama beberapa tahun terakhir ini. Data yang berhasil dihimpun ITS menemukan ada beberapa edaran dan berita kegiatan di antaranya berita kegiatan seminar di Banjarmasin, Pacitan, Bengkulu, dan Bandarlampung.

Semua kegiatannya ditujukan untuk siswa SMA dengan iming-iming diberi kiat khusus agar bisa lolos seleksi ujian SNMPTN & SBMPTN.

“Untuk itu, kami mengingatkan masyarakat agar tidak tertipu dengan aksi yang dilakukan oleh oknum yang bersangkutan yang mengatasnamakan sebagai dosen ITS ini,” tegas Arif mengimbau pada masyarakat luas. Karena dimungkinkan oknum ini masih akan terus melakukan aksinya untuk kepentingan pribadi.   

Menyikapi hal tersebut, Arif mengatakan bahwa ITS akan mempertimbangkan mengambil langkah-langkah hokum untuk menindak tegas oknum yang sudah mencatut nama ITS untuk kepentingan pribadinya tersebut. Karena dianggap bisa merugikan baik pihak ITS maupun masyarakat sebagai konsumennya. “Kami masih akan melakukan koordinasi untuk langkah selanjutnya,” pungkas Arif. (SK2)

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com