Sering Didatangi Kapal Pesiar, Surabaya Berharap Makin Dikenal Dunia PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Selasa, 23 Januari 2018 11:48

Surabayakita.com - Surabaya kini sering kedatangan Kapal pesiar yang membawa ribuan wisatawan. Terbaru kapal pesiar Genting Dream Cruise untuk kelima kalinya merapat ke Dermaga Ujung Surabaya, Selasa (23/1/2018).

Para wisatawan itu tidak hanya menjadikan Surabaya sebagai destinasi wisata tetapi juga daerah lainnya di Jatim menjadi sasaran. Untuk Surabaya banyak wisatawan yang menikmati kuliner dan bangunan cagar budaya. Sejumlah objek wisata mereka kunjungi, dari Balai Kota Surabaya, Tunjungan Plaza, Museum Kapal Selam, House of Sampoerna, hingga Pantai Kenjeran.

Datangnya wisman akan sangat membawa dampak positif bagi warga Kota Surabaya. Khususnya menjadi sumber devisa dan meningkatkan sektor ekonomi, industri serta pariwisata. Wisman tidak hanya sekedar jalan-jalan, namun juga berpotensi untuk berbelanja di beberapa mall Surabaya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya Widodo Suryantoro mengatakan, para wisatawan mancanegara (Wisman) ini berasal dari berbagai negara di Asia, diantaranya Singapura, Malaysia, India, Hongkong dan Thailand.

“Total jumlahnya sekitar 3000 an orang, mereka terbagi menjadi beberapa kelompok. Sekitar 70 orang mereka kami ajak ramah-tamah ke Balai Kota Surabaya, dengan menggunakan dua kendaraan bus,” kata Widodo.

Di Balai Kota mereka disambut dengan berbagai kesenian, diantaranya tari remo, tari jaranan dan kesenian reog ponorogo. Sekitar 20 penari tampil dengan iringan musik gamelan jawa, mereka menyajikan tampilan yang begitu memukau, sehingga membuat para wisatawan ini cukup betah untuk berlama-lama di Balai Kota. Beberapa wisman pun ikut nampak berjoget ria bersama penari mengikuti irama musik tradisional.

“Sekitar 2000 wisman berkunjung ke Tunjungan Plaza dan Genteng untuk berbelanja, dan sekitar 500 orang berkunjung ke Musium Kapal Selam dan House Of Sampoerna, selebihnya berwisata ke Pantai Kenjeran,” terang Kadisbudpar.

Menurut Widodo, hal ini dilakukan supaya mereka bisa bercerita ketika mereka kembali ke negara asalnya. Selain sebagai bentuk strategi promosi pariwisata juga merupakan strategi untuk menarik devisa.

“Untuk wisman yang di Balai Kota, kami suguhkan berbagai kesenian, supaya mereka bisa tau seni dan budaya kota kita, termasuk maskot dari Kota Pahlawan, Brand Ambassador seperti Cak dan Ning Surabaya,” ujarnya.

Data Disbudpar menyebutkan, total wisatawan yang mengunjungi Kota Surabaya selama 2017 mencapai 24 juta orang. Sekitar 40% wisatawan berasal dari mancanegara dan sisanya berasal dari wisatawan nusantara. (SK1)

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com