Komisi D Minta Dinkes Turun Tangan Soal Kasus Pelecehan Seksual Pasien PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Kamis, 25 Januari 2018 21:43

Surabayakita.com - Komisi D DPRD Surabaya merasa prihatin dengan kasus pelecehan seksual yang terjadi di RS Nasional Hospital Surabaya. Apalagi korbannya adalah seorang pasien yang tengah mendapat perawatan intensif.

Wakil Ketua DPRD Surabaya Junaidi mengaku tak habis berpikir terkait kasus yang videonya baru menjadi viral di jaga maya itu. Karenanya Pemkot Surabaya segera bertindak agar tidak ada kasus serupa di kemudian hari.

"Kami ingin pelakunya mendapat sanksi setimpal. Pemkot harus memanggil pihak rumah sakit untuk mengetahui solusi apa yang diambil terkait masalah ini. Masalah ini harus serius ditangani," ujar politisi Partai Demokrat itu.

Menurutnya setiap pasien yang datang ke rumah sakit sudah pasti menginginkan penanganan medis atas apa yang dideritanya. Para pasien ini wajib mendapat perlindungan dan pelayanan kesehatan yang semestinya.

Karenanya Dinkes harus serius menangani masalah ini. Bahkan sanksi itu bisa mengarah lebih keras lagi seperti peninjauan perizinan rumah sakit.

"Bisa jadi masalah seperti ini bukan yang pertamakalainya. Karena itu Pemkot Surabaya melalui Dinkes harus melakukan upaya mencegah hal serupa tak terulang," ujar Junaedi.

Apa mungkin kasus seperti itu terjadi di rumah sakit lain? Menurut Junaedi mungkin saja bisa terjadi. Hanya korbannya tak mau melaporkan masalah yang dialami.

Sementara itu Kepala Perawat RS Nasional Hospital Surabaya Jenny Firsarianah saat diwawancarai wartawan mengatakan perasaan penyesalan yang dalam atas peristiwa ini.
"Kami menyampaikan penyesalan yang mendalam kepada pasien dan keluarganya atas pelecehan ini," katanya.

Atas kasus ini, manajemen rumah sakit di Wiyung ini melakukan tindakan tegas kepada pelakunya dengan memberhentikan secara tidak hormat kepada perawat tersebut. (SK1)

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com