Awey Minta Kejaksaan Usut Tuntas Dugaan Korupsi Jasmas PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Selasa, 30 Januari 2018 22:49

Surabayakita.com - Munculnya kembali kasus dugaan korupsi dana Jaring Aspirasi masyarakat(Jasmas) DPRD Surabaya yang kali ini dilansir Kejaksaan Negri Perak memanaskan legislatif.

Kalangan DPRD Surabaya meminta agar aparat hukum segera menuntaskan dugaan adanya permainan dalam penggunaan dana jaring aspirasi masyarakat (Jasmas) dari Pemkot Surabaya.

Hal ini disampaikan anggota Komisi C DPRD Surabaya, Vincensius Awey setelah mendengar informasi bahwa Kejari Tanjung Perak tengah mendalami kasus korupsi dana Jasmas 2016.

Politisi Partai Nasdem ini  meminta agar pihak kejaksaan tidak hanya sekedar melempar wacana saja. Namun sebaliknya menuntaskan masalah itu sampai ke meja hijau.

“Sudah beberapa kali ada berita dari pihak kejaksaan tentang dugaan korupsi dana Jasmas. Tetapi hingga kini belum ada titik terangnya. Saya minta kalau ada dugaan penyelewengan tolong diungkap sehingga jelas siapa pelakunya,” ujar Awey, Selasa(30/1/2018).

Menurut Awey, dugaan kasus yang muncul tersebut diminta segera diungkap kebenarannya. Karena bila tidak bisa menimbulkan multi persepsi dari masyarakat banyak.

“Harus diselesaikan dengan tuntas, jangan samapai hilang. Janganlah kemudian masyarakat malah justru menilai ada permainan antara pihak kejaksaan dengan pelaku,” tegasnya.

Legislator asal partai Nasional Demokrat ini juga meminta kepada kejaksaan agar membuka kemungkinan adanya justice collaborator hingga semua pihak yang terkait bisa dijaring oleh hukum.

"Tentunya harus menghormati azas praduga tak bersalah, tapi dengan adanya justice collaborator meminimkan peluang untuk penyelesaian di bawah meja,” tegasnya.

Info yang ada, Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak kini tengah  melakukan penyelidikan dugaan adanya penyimpangan dana hibah dalam bentuk Jaringan Asprirasi Masyarakat (Jasmas) Tahun 2016.

"Iya, kami sedang lakukan penyelidikan," ujar Kasi Intelijen Kejari Tanjung Perak, Lingga Nuarie.

Bahkan sampai saat ini pemeriksaan atas kasus dana Jasmas 2016 ini telah sampai ke tahap lidik karena sudah dilimpahkan ke seksi Pidana Khusus. " Sekarang proses penanganannya sudah kami limpahkan dari seksi intelijen ke seksi Pidana Khusus (Pidsus)," terangnya

Untuk menggali keterangan pada dugaan korupsi dana Jasmas 2016 ini, Seksi Intelijen Kejari Tanjung Perak telah melakukan pemeriksaan terhadap belasan orang. Mereka yang diperiksa adalah penerima hibah, yakni RT dan RW yang tersebar di Surabaya. " Sudah ada sekitar 10 sampai 15 orang yang kami periksa," sambung Lingga.(SK1)

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com