Surabaya Punya Hutan Khusus Buah Buahan Di Lontar PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Kamis, 01 Februari 2018 21:17

Surabayakita.com - Surabaya kini punya satu lokasi lagi yang dirubah menjadi hutan. Tapi berbeda dengan hutan yang telah dibangun terlebih dahulu, hutan baru di Jalan Lempung Perdana, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, ini khusus ditanami buah buahan produktif.

Kelak lima atau 10 tahun lagi, kalau program berjalan sesuai rencan maka hutan Lontar seluas empat hektar ini akan menjadi pusat buah buahan di Surabaya. Selama ini pasokan buah buahan untuk masyarakat kota Pahlawan banyak dipasok dari luar kota bahkan luar negeri.

Bisa jadi kelak kalau hutan Lontar ini berhasil dan saat tiba waktunya panen buah maka akan menjadi salah satu tempat wisata baru seperti halnya buah apel di Batu Malang, Pisang di Lumajang atau Blimbing dari Bojonegoro.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Joestamadji menjelaskan  jenis tanaman buah yang akan ditanam di hutan Lontar adalah  jambu, blimbing, Matoa dan beberapa jenis lainnya. Ribuan bibit tanaman sudah disiapkan dan tinggal menanamnya secara bertahap.

Untuk pengadaan bibit pohon buah buahan ini Pemkot Surabaya mendapatkan sumbangan dari beberapa perusahaan seperti PT Wing Surya. Perusahaan yang berkantor di Jl. Embong Malang Surabaya ini peduli dengan program Pemkot Surabaya dengan menyumbang sedikitnya 4.000 batang tanaman buah.

"Bu walikota menanam secara simbolis pohon buah buahan ini, ada sekitar 200 batang pohon yang ditanam. Sumbangan PT Wing Surya yang datang baru 1.000 pohon selanjutnya akan diberikan secara bertahap," kata Joestamadji kepada Surabayakita.com usai acara penanaman mendampingi walikota, Kamis (1/2/2018) pagi.

Joestamadji mengatakan hutan Lontar memang dikhususkan untuk buah buahan produktif untuk dikonsumsi. Sebenarnya tidak hanya buah buahan saja yang akan menjadi andalan hutan Lontar karena kawasan ruang terbuka hijau (RTH) juga akan dilengkapi dengan lahan pertanian, peternakan dan perikanan.

Kalau dilihat sekarang, cikal bakal hutan Lontar ini memang hanya terkesan lahan yang belum terawat. Kontur tanahnya masih rendah sehingga perlu dilakukan pengurukan dan perawatan lagi.

"Tanahnya memang masih rendah, Dinas PU sudah janji akan menguruk lahan tersebut dari sedimen saluran yang dibersihkan. Nanti kami kerjakan secara bertahap sehingga kawasan ini akan asri dan hijau," ujar Kepala Dinas Pajak ini.

Kawasan hutan Lontar juga akan dilengkapi dengan bozem seluas 3000 meter persegi untuk menampung air hujan. Bila musim kemarau, air hujan yang sudah tertampung di dalam bozem akan dimanfaatkan untuk menyirami tanaman buah buahan. Di tengah bozem juga akan dibangun jalan untuk menghubungkan wilayah di kawasan hutan Lontar.

Sementara itu walikota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan hutan Lontar yang terletak di samping SMPN 47 Surabaya dan SDN 2 Lontar ini merupakan salah satu kawasan tertinggi di Kota Surabaya.  Apabila ada hutan kota di situ, maka pohon-pohonnya bisa menyerap air dan tidak turun ke kawasan yang lebih rendah, sehingga kawasan yang ada di bawahnya bisa lebih mudah dikendalikan.

“Teorinya memang seperti itu. Kyak hutan-hutan di gunung kan seperti itu. Begitu hutan itu gundul, maka kemudian muncul air bah dan juga longsor,” katanya.

Pemkot Surabaya sebelumnya juga telah menyiapkan RTH untuk hutan di kawasan lain. Seperti di Pakal yang ditanami cemara udang, di Gununganyar dan Wonorejo untuk mangrove serta tanaman lainnya di hutan Balasklumprik, Sumurwelut dan Sambikerep. (SK1)

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com