Bangunan Warga Di Atas Saluran Jolotundo Ditertibkan PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Jumat, 02 Februari 2018 22:48

Surabayakita.com - Bangunan di atas saluran  Jl. Jolotundo kelurahan Pacarkeling kecamatan Tambaksari Surabaya, Jumat (2/2/2018) dibongkar oleh petugas Satpol PP. Sebab bangunan warga ini sebagian berdiri di atas saluran air yang ada persis di depan persil mereka.


Memang bukan bangunan utama yang terkena penertiban itu melainkan bangunan tambahan berupa pagar pembatas dari tembok, cor penutup saluran hingga kanopi yang terbuat dari seng atau fiber.

Bangunan tambahan itu dibangun persis di atas saluran selebar satu meter. Akibatnya Dinas PU Bina Marga dan Pematusan tak bisa melakukan pengerukan saluran sepanjang sekitar dua kilometer tersebut.

Akibatnya bisa fatal karena bila hujan lebat mengguyur, saluran itu tak bisa mengalirkan air secara maksimal karena banyak sedimen lumpur dan sampah di dalamnya. Informasi yang dihimpun Surabayakita.com di lapangan, kejadian ini sudah berlangsung puluhan tahun.

Aneke salah satu warga yang tinggal di Jl. Jolotundo  terlihat mengawasi para ekerja dari Dinas PU yang membongkar cor beton di depan terasnya. Ada sekitar empat petugas berkaos merah yang berusaha menjebol beton itu dengan bor listrik. Mereka nampak kesulitan karena semen cor penutup saluran itu nampaknya cukup kuat.

"Kalau di sini gak pernah banjir kok. Tapi setelah ada surat dari kelurahan untuk pembongkaran ini ya gimana lagi, saya nurut saja. Kanopi teras saya juga saya lepas sendiri meski harus membayar tukang Rp 600 ribu. Karena kalau dibongkarkan Pemkot kuatir rusak," ujar wanita yang berjualan alat tulis dan kebutuhan rumah tangga lainnya ini.

Dalam penertiban yang dilakukan Satpol PP dan Dinas PU Bina Marga dan Pematusan ini, aparat kelurahan Pacarkeling dan kecamatan Tambaksari.  juga diback up kepolisian dan Koramil setempat. Lurah Pacarkeling Sri Sukariati dan  Camat Tambaksari Ridwan Mubarun mendampingi penertiban bangunan di atas saluran ini.

Pria lulusan IPDN ini selain sibuk melayani pertanyaan warga di sepanjang saluran juga mengarahkan petugas saat menggempur beton penutup saluran."Ini digembur di bagian sini dulu baru kemudian dilanjutkan di bagian lainnya," katanya sambil membawa linggis berukuran sekitar satu meter.

Menurut mantan camat Rungkut ini, jauh hari sebelum penertiban dirinya bersama aparat kelurahan Pacarkeling sudah melakukan sosialisasi kepada warga. Hanya saja selain ada yang setuju, ada juga warga yang menolak bangunannya ditertibkan. "Setelah kami dekati akhirnya mereka mau bangunannya dibongar karena ini untuk kepentingan bersama menjaga agar saluran ini tidak buntu," ujarnya.

Banyaknya bangunan beton cor di atas saluran menurut Ridwan Mubarun selama ini sangat menyulitkan pembersihan saluran. Karenanya tidak ada jalan lain kecuali harus membongkar bangunan itu untuk kemudian dibangun box culvert. Setelah diganti box culvert warga boleh menggunakan untuk tempat parkir kendaraan, tetapi tidak boleh lagi membuat bangunan baru termasuk kanopi.

Untuk penertiban ini Pemkot mengerahkan truk pengangkut material, bego mini,palu besar dan peralatan bor listrik. Material bekas pembongkaran langsung dinaikkan ke atas truk untuk dibawa ke Tambakwedi digunakan untuk menguruk lahan.

Penertiban bangunan di atas saluran ini menjadi tontonan masyarakat sekitar. Untuk kelancaran pembongkaran bangunan, polisi menutup sudut Jl. Sawentar yang menuju Jl. Jolotundo. (SK1)




 

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com