Gus Ipul Ketuk Pemerintah Hongkong Bebaskan Dua Pelawak Jatim PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Kamis, 08 Februari 2018 22:17

Surabayakita.com - Saifullah Yusuf (Gus Ipul) Calon Gubernur Jawa Timur  turut prihatin dengan kasus yang menimpa dua pelawak asal Jatim, Cak Percil dan Cak Yudho, yang akan disidang di pengadilan Pemerintah Hong Kong.

Gus Ipul minta agar Pemerintah Hongkong  segera membebaskan dua pelawak kondang asal Jawa Timur yang punya nama asli Deni Afriandi  dan Yudho Prasetyo yang ditangkap dan ditahan imigrasi Hong Kong, Minggu 4 Februari 2018.

Keduanya ditangkap karena pergi ke Hong Kong menggunakan visa turis, tetapi menerima bayaran setelah tampil melawak di hadapan para buruh migran yang berasal dari Indonesia.

"Kita tentu prihatin atas kabar yang menimpa dua saudara kita, dua seniman kita, Cak Percil dan Cak Yudho. Saya minta pemerintah Hong Kong membebaskan keduanya," kata Gus Ipul, Kamis 8 Februari 2018.

Menurut salah satu Ketua PBNU ini Cak Percil dan Cak Yudho adalah seniman yang cerdas. Gayanya melawak yang khas selalu menyisipkan pesan-pesan perdamaian.

"Cak Percil dan Cak Yudho ke Hong Kong dalam rangka Anjang Sana untuk bertemu keluarga besar buruh migran yang ada di Hong Kong, keduanya juga bisa menciptakan ketenangan dan kedamaian lewat guyonan mereka kepada buruh migran di Hong Kong," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul juga meminta Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong untuk terus memberikan semangat dan bantuan hukum kepada keduanya.

Sebelumnya diberitakan dua pelawak asal Indonesia itu ditangkap dan ditahan di penjara Lai Chi Kok karena diduga telah melanggar aturan imigrasi. Dua pelawak ini menjalani sidang pembacaan dakwaan di pengadilan Shatin, Hong Kong.

Keduanya diduga telah melanggar UU Imigrasi Hong Kong dengan tampil melawak di sebuah acara dan menerima bayaran dengan hanya berbekal visa turis.(SK1)

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com