Datangi Buruh Pabrik Rokok, Gus Ipul Puji Usaha Padat Karya PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Jumat, 09 Februari 2018 21:59

Surabayakita.com - Calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mendatangi  ribuan wanita pekerja sigaret kretek tangan (SKT) di sebuah perusahaan yang ada di Sukorejo, Pasuruan, Jumat (9/2/2018) siang. Gus Ipul berharap keberlangsungan industri pengolah tembakau tetap bertahan dan semakin membesar.

"Perusahaan-perusahaan padat karya semacam ini menjadi tulang punggung banyak keluarga. Saya ikut bangga karena masih banyak perusahaan seperti ini bertahan dan tumbuh," kata Gus Ipul di hadapan ribuan pekerja yang mayoritas perempuan ini.

Bagi Jawa Timur, industri pengolah tembakau masih cukup penting karena kontribusi terhadap industri pengolahan mencapai 27,07 persen.

Tercatat ada 2,6 juta orang terlibat dalam industri pengolah tembakau di Jawa Timur. Secara nasional orang yang terlibat di industri pengolah tembakau mencapai 5,98 juta.

Gus Ipul sendiri datang ke perusahaan pengolah tembakau ini ditemani beberapa pengurus Paguyuban Mitra Produksi Sigaret Indonesia. Gus Ipul tiba dan langsung masuk ke dalam perusahaan untuk menyapa, dan berdialog dengan para pekerja.

Untuk menghibur mereka, Gus Ipul juga sempat mengajak seluruh pekerja menyanyikan lagu "Sukur" serta "Kabeh Sedulur" yang merupakan lagu yang dipopulerkan Via Valen. Diiringi alunan musik dari pengeras suara, ribuan pekerja tampak menikmati sambil mereka tetap bekerja melinting rokok kretek.

Beberapa pekerja juga tanpa sekat mendekat ke Gus Ipul untuk mengajak selfie serta mendoakan Gus Ipul. "Mari kita semua berdoa agar Gus Ipul bisa memimpin Jawa Timur. Beliau sangat dekat dengan buruh dan masyarakat. Jatim butuh pemimpin seperti beliau," kata Maisaroh, perwakilan pekerja.

Sementara itu, Sebelum mengunjungi perusahaan ini, Gus Ipul juga sempat mengikuti sarasehan singkat bersama paguyuban mitra produksi sigaret Indonesia di Sukorejo, Pasuruan. Gus Ipul mendengarkan curhat dan berdialog dengan para pemilik perusahaan pengolah tembakau.

Ketua Paguyuban Mitra Produksi Sigaret Indonesia Joko Wahyudi mengatakan, saat ini pelaku industri pertembakauan Indonesia sedang galau akibat banyaknya regulasi yang menghambat.

"Ada peraturan menteri kesehatan, belum lagi peraturan impor tembakau yang membatasi impor padahal ada beberapa tembakau pelengkap rokok yang harus kami impor. Kalau ini dilarang sama halnya membunuh kami," kata Joko.

Padahal sumbangan dari sektor pengolah tembakau ini dari cukai mencapai Rp143 Triliun dimana Rp77 triliun berasal dari Jawa Timur.

Selama ini, produksi tembakau dalam negeri setidaknya hanya mampu menyuplai 57,8 persen kebutuhan tembakau. Selebihnya, para pengelola SKT harus mengandalkan tembakau impor.(SK1)

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com