Gunakan Saluran Warga, Pengembang PT Bumi Nusa Indah Dilaporkan Ke DPRD PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Senin, 19 Februari 2018 20:02

Surabayakita.com - Warga Pakal melakukan protes terhadap developer PT Bumi Nusa Indah yang membangun perumahan Pakal Madya Indah dan Pakal Madya Asri. Komisi C DPRD Surabaya yang merapatkan hal ini menemukan kejanggalan perijinan, Senin (19/2/2018).

Dalam hearing tersebut selain warga setempat lokasi dua perumahan itu juga SKPD terkait Pemkot Surabaya. Ternyata rekomendasi yang diberikan Dinas Perkim dan CKTR, Dinas PU Bina Marga dan Pematusan serta Dina Perhubungan belum dilaksanakan oleh pengembang.

Padahal pengembang sudah mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB). Namun rekomendasi yang ada di IMB itu belum dilakukan oleh pihak pengembang.

Apa saja rekomendasi yang belum dilaksanakan ? Diantaranya, pagar batas perumahan itu melebihi garis sepadan jalan. Mestinya sesuai ketentuan harus mundur 10 meter dari jalan.

Selain itu pihak pengembang juga belum membangun saluran sendiri untuk warga perumahan. Sehingga selama ini mereka menggunakan saluran milik warga untuk saluran drainase warga perumahan.

Menurut Ketua RW 2 Kelurahan Pakal Kecamatan Pakal, Hamimto Hari, warga penghuni kedua perumahan tersebut juga belum mengurus administrasi kepindahan penduduk meskipun telah menempati rumahnya lebih dari satu tahun.

"Sampai saat ini belum ada warga perumahan yang mengurus surat pindah sebagai pendudukan warga perumahan tersebut meskipun mereka sudah menempati rumah itu lebih dari setahun," ujarnya.

Pakal Madya Asri memiliki 24 KK sedangkan  Pakal Madya Indah ada 17 unit tapi penghuninya sekitar 5 KK. Belum satupun warga yang mengurus surat pindah.

Dia juga menilai jika pengembang tidak berusaha membangun komunikasi yang baik dengan warga sekitar. Beberapa kali diundang rapat tapi tidak pernah hadir. Padahal rapat tersebut digelar terkait beberapa persoalan tersebut, sampai akhirnya melapor ke dewan ini.

Saifudin Zuhri ketua Komisi C DPRD Surabaya sebagai pimpinan rapat meminta pengembang untuk tidak lalai melaksanakan rekomendasi yang diminta oleh Pemkot Surabaya. Sebab izin itu diberikan dengan syarat tertentu yang harus dipenuhi oleh pengembang.

Cristian wakil dari PT Bumi Nusa Indah mengakui semua kesalahannya dan berjanji akan memenuhi semua kewajibannya sebagai pengembang. Ia juga akan memenuhi semua rekomendasi yang diminta Pemkot.“Kami siap melaksanakan semua risalah hasil rapat hari ini,” tuturnya. (SK1)

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com