Mlaku Mlaku Nang Tunjungan Kini Digelar Sebulan Sekali PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Selasa, 20 Februari 2018 22:22

Surabayakita.com - Rek...ayo rek, mlaku mlaku nang Tunjungan. Itu salah satu syair yang dinyanyikan Mus Mulyadi tempo dulu yang melegenda. Kini, Pemkot Surabaya ingin Mlaku-Mlaku Nang Tunjungan (MMNT) dijadikan salah kegiatan rutin.


Terbaru, MMNT akan digelar lagi Sabtu, 24 Februari 2018. Berbeda dengan sebelumnya,  acara kali ini akan digelar lebih semarak.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Surabaya, Widodo Suryantoro mengatakan MMNT akan digelar setiap bulan. Kalau sebelumnya setahun dua kali.

“Tujuannya, untuk lebih menghidupkan kawasan tunjungan sebagai lokasi yang sarat akan sejarah, meningkatkan roda perekonomian pelaku UKM dan mendongkrak jumlah wisatawan asing,” kata Widodo.

Disampaikan Widodo, sebanyak 120 stand pelaku usaha kreatif di surabaya akan berpatisipasi pada acara MMNT ini. Mereka terdiri dari Pahlawan Ekonomi, Dekranasda, UKM Dinas Koperasi, UKM dolly, UKM Dinas Perdagangan, UKM Kampung Lawas Maspati serta mengajak pihak hotel yang akan menyediakan food and beverage.  

Berbagai macam makanan tradisional khas surabaya akan disajikan untuk para pengunjung. Juga dihibur dengan iringan musik yang dibawakan beberapa grup band lokal surabaya.

“Jika tahun kemarin 13 ribu pengunjung, tahun ini kami menargetkan 15 ribu pengunjung,” urainya.

Ke depan, pemkot berencana mengadakan acara semacam ini di kawasan Kya-Kya Jalan Kembang Jepun. Pasalnya, kata Widodo, warga kerap mengeluhkan kawasan tersebut yang mati suri saat malam hari.

“Mendengar hal itu, kami beserta warga setempat bersama-sama menghidupkan kembali kawasan tersebut lewat acara semacam ini,” ujar Widodo.  

Sedangkan Ikatan Aristek Indonesia (IAI) akan menyelenggarakan kegiatan Konvensi Arsitektur Indonesia di surabaya mulai 22-25 Februari 2018.

Menurut Widodo, ada banyak agenda yang diselenggarakan IAI salah satunya menyusuri sungai kalimas bersama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pada sore hari. Usai menyusuri sungai, keduanya berhenti di sungai depan kantor siola lalu berjalan bersama menuju jalan Tunjungan untuk menikmati acara sekaligus mengamati gedung-gedung yang ada di kawasan tersebut.

Ketua Panitia Indonesia Architecture Convention Maztri Indrawarto mengatakan, kehadiran kelompok arsitek di surabaya untuk mencurahkan kekayaan ide untuk Surabaya.

“Nanti kita akan mendorong agar bangunan yang berada di kawasan tunjungan tidak lagi kosong. Jadi, ketika ada acara semacam ini, masyarakat tidak hanya sekedar mlaku-mlaku tetapi juga bisa memanfaatkan fisik dan fungsi bangunan yang ada,” jelas Maztri. (SK1)

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com