Lanal Banyuwangi Gagalkan Pengiriman 3.000 Benih Lobster PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Kamis, 22 Februari 2018 13:41

Surabayakita.com, Banyuwangi - Tim Eastern Fleet Quick Response (EFQR) Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banyuwangi berhasil menggagalkan pengiriman 3.000 benih lobster dari Grajakan yang akan dikirim ke pengepul didaerah Jajag, Banyuwangi, Kamis (22/2/2018).


Komandan Lanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Suhartaya, MTr Hanla menyatakan bahwa Penangkapan pelaku pengiriman baby lobster tersebut berawal dari adanya informasi masyarakat. Ada kendaraan yang menggangkut baby lobster/benur di daerah Karetan menuju Jajag dengan menggunakan Mobil Innova dengan plat No P 1217 VV.

“Memang betul Tim EFQR Lanal Banyuwangi dibantu masyarakat telah berhasil menggagalkan pengiriman 3.000 benih lobster dari Grajakan, Banyuwangi. Kemungkinan benur tersebut akan di kirim ke kota besar, kemudian diekspor ke luar negeri,” terangnya.

Pamen TNI AL dengan dua melati dipundak ini juga menjelaskan bahwa awal penangkapan yang diawali informasi dari masyarakat ini. Lanal Banyuwangi menyampaikan terimakasih informasi dari masyarakat ini.

Setelah mendapat informasi dari masyarakat, Tim EFQR Lanal Banyuwangi bergerak cepat untuk mencari dan menemukan target karena informasi yang diperoleh sudah A1.

Sempat terjadi kejar-kejaran antara Tim EFQR  dengan pengemudi Innova tersebut serta hampir kehilangan jejak. Namun dengan kerja sama Tim dan Pos TNI AL (Posal) Pancer akhir Kendaraan berhasil dihentikan dikawasan PT. BSI Tumpang Pitu.

Setelah dilaksanakan pemeriksaan muatan, kendaraan  didapati bahwa mobil tersebut memang betul membawa  Baby lobster/benur yang dimasukkan kedalam dua buah sterofoam yang dan dibungkus dengan plastik dan diperkirakan berisikan 3.000 ekor benur lobster.

Benur lobster dan pengemudi Innova dengan plat No P 1217 VV saat ini diamankan di Mako Lanal Banyuwangi guna menjelani proses pemeriksaan lebih lanjut.

Menurut Dispen Lantamal V, penangkapan benur lobster sendiri sudah diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 1/2015.

"Dalam peraturan tersebut dijelaskan setiap orang dilarang menangkap lobster, kepiting dan rajungan dalam kondisi bertelur. Lobster yang ditangkap juga harus di atas 200 gram," ujar Mayor Arif Rohman, Kadispen Lantamal V. (SK2)

 

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com