Peringati HPSN, 11.000 Orang Akan Bersihkan Sampah Jembatan Suramadu PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Jumat, 23 Februari 2018 19:41

Surabayakita.com - Sekitar 11.109 orang akan tumplek blek di kaki Jembatan Suramadu pada Sabtu (24/2/2018), pagi. Mereka akan bersama sama mengikuti  peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN).


HPSN sendiri sebetulnya jatuh pada setiap tanggal 21 februari. Kali ini Pemerintah menggalakkan program Tiga Bulan Bersih Sampah (TBBS) dengan Tema “Sayangi Bumi”, Bersihkan dari Sampah!”.

“Acara nanti akan dimulai sekitar pukul 06.00 pagi, lokasinya akan terbagi menjadi tiga zona,” kata Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya Chalid Buhari, Jum’at (23/02/17). Walikota Surabaya Tri Rismaharini akan hadir di kegiatan  yang dimulai pukul 06.00 wib ini.

Menurut Chalid, acara itu akan diikuti sekitar 11.109 orang dari seluruh Jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Faskel, Lantamal, PDAM, BNI, Bank Jatim, Korem, dan beberapa Sekolah di Surabaya. Terbanyak adalah siswa SMP dan SD se Surabaya.

Di kaki Jembatan Suramadu, peserta akan melakukan  bersih-bersih sampah secara bersama. Sasarannya adalah sampah yang ada di pantai bawah jembatan. Biasanya sampah itu terdampar dipantai ketika air laut surut. “Nanti sampah-sampah itu akan kita pilah dan akan kita serahkan ke Bank Sampah untuk diolah kembali,” tuturnya.

Rencananya ada tujuh truk sampah yang disiapkan untuk mengangkut sampah yang terkumpul dari aksi bersih bersih sampah ini. Truk truk ini akan mobiling menuju bak sampah atau TPA.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah melaksanakan serangkaian kegiatan sosialisasi dan kampanye bersih dari sampah di beberapa lokasi, yaitu JL. Darmo (Taman Bungkul), Car Free day JL. Tunjungan, Kawasan JL Dharmawangsa, Sekitaran Masjid Al-Akbar Surabaya, Sekitaran Monumen Tugu Pahlawan serta Sekolah negeri dan swasta di Kecamatan Semampir dan akan dilanjutkan kembali ke area pasar, taman, dan tempat wisata.

“Serangkaian kegiatan Tiga Bulan Bersih Sampah (TBBS) dimulai dari tanggal 15 januari hingga 24 maret 2017,” terangnya.

Menurut data DKRTH Kota Surabaya,  sampah di Kota Surabaya setiap harinya berkisar 9.896,78 m3/hari. Sedangkan, sampah yang diolah TPA Benowo rata-rata 1.628,20 ton/hari, untuk penanganan sampah di rumah kompos, 3R (pemilahan sampah di TPS) rata-rata 1.564,31 m3/hari. Sehingga penanganan sampah di Kota Surabaya sudah mencapai 70%.

Disamping itu, pengurangan sampah yang dilakukan oleh masyarakat, bank sampah dan pengurangan sampah disumber non rumah tangga rata-rata 2.458,19 m3/hari, sehingga pengurangan sampah di Surabaya mencapai 24,84%.

Diketahui, TPA Benowo dalam mengolah sampah menggunakan metode Sanitary Landfill dan teknologi Gasifikasi untuk menghasilkan energi listrik (Waste to Energy), dengan kapasitas produksi listrik 2 MW dan yang dimanfaatkan oleh PLN sekitar 1,65 MW.

Chalid menambahkan, pihaknya mengaku optimis untuk mencapai target nasional yang ditetapkan pada Peraturan Presiden No. 97 Tahun 2017 yaitu pada tahun 2025 terdapat pengurangan sampah sebesar 30% dan penanganan sampah sebesar 70%.

“Insya Allah kita optimis untuk mencapai target itu. Karena, sejak tahun 2015 Perda terkait sampah itu sudah kita lakukan,” pungkasnya. (SK1)

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com