Usai Susuri Kalimas, Para Insinyur Mlaku Mlaku Nang Tunjungan PDF Print E-mail
Ditulis oleh Redaksi Surabayakita   
Minggu, 25 Februari 2018 20:19

Surabayakita.com - Kehadiran para insinyur se Indonesia mewarnai gelar Festival Mlaku-Mlaku Nang Tunjungan (MMNT). Acara MMNT ini bersamaan dengan konvensi Ikatan Aristek Indonesia (IAI) yang digelar di Surabaya 22-25 Februari 2018.


Seperti MMNT pertama, kali ini ribuan pengunjung juga membanjiri sepanjang Jl. Tunjungan. Selain menikmati kuliner, warga juga menikmati hiburan live dari panggung yang telah disediakan.

Walikota Tri Rismaharini menyusuri sepanjang Jl. Tunjungan, Sabtu (24/2/2018). Tidak sendirian sebab walikota disertai rombongan IAI untuk melihat lihat kawasan Jl. Tunjungan.

Sebelumnya Wali Kota Risma bersama rombongan IAI telah menyusuri sungai di sepanjang kalimas dengan menggunakan 15 perahu. Mereka menyusuri dari Taman Prestasi dan menuju Monumen Kapal Selam (Monkasel).

Di sepanjang aliran Kalimas mulai dari monumen Kapal Selam (Monkasel) sampai Taman Ekspresi (depan Hotel WETA) dihiasi lampion, sehingga menambah kesan warna-warni indahnya sungai kalimas. Usai menyusuri sungai, rombongan kemudian berhenti di sungai depan kantor siola lalu berjalan bersama menuju jalan Tunjungan.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Surabaya, Widodo Suryantoro sebelumnya menyampaikan sebanyak 120 stand pelaku usaha kreatif di surabaya yang berpatisipasi pada acara Mlaku-Mlaku Nang Tunjungan.

Mereka terdiri dari Pahlawan Ekonomi, Dekranasda, UKM Dinas Koperasi, UKM dolly, UKM Dinas Perdagangan, UKM Kampung Lawas Maspati serta mengajak pihak hotel yang menyediakan food and beverage. “Seperti biasa, mereka menyediakan makanan khas surabaya,” kata Widodo.

Kedepan, lanjut Widodo, jika tahun kemarin acara Mlaku-Mlaku Nang Tunjungan digelar dua kali dalam setahun, maka kali ini akan digelar setiap bulan. “Tujuannya, untuk lebih menghidupkan kawasan tunjungan sebagai lokasi yang sarat akan sejarah, meningkatkan roda perekonomian pelaku UKM dan mendongkrak jumlah wisatawan asing,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Indonesia Architecture Convention Maztri Indrawarto mengatakan, kehadiran kelompok arsitek di surabaya untuk mencurahkan kekayaan ide serta pengalaman dalam dunia arsitektur serta memberikan kontribusi pada pembangunan nasional salah satunya bagi Kota Surabaya.

“Nanti kita akan mendorong agar bangunan yang berada di kawasan tunjungan tidak lagi kosong. Jadi, ketika ada acara semacam ini, masyarakat tidak hanya sekedar mlaku-mlaku tetapi juga bisa memanfaatkan fisik dan fungsi bangunan yang ada,” tutupnya. (SK1)

 

 
Copyright © 2018. surabayakita.com | surabaya news portal. Designed by JasaWebsite.com